Sabtu, 15 September 2012

Turning Point

Aku tak tahu.. dan mungkin tidak akan pernah tau..
harus ke siapa lagi aku mengungkapkan semua ini...
seakan tak ada jalan keluar untuk menang dalam pertempuran ini..
Tapi aku tak akan dan aku tak boleh menyerah....

Semua kemenangan di perang-perang sebelum ini..
membuatku memutuskan untuk tidak menyerah begitu saja kepada musuh...
ya... musuh yang mungkin lebih besar, lebih kuat, dan tak sepadan untukku...
tapi aku yakin jendralku tau kemampuan ku..
dan dia pasti menempatkanku sesuai dengan keahlianku...

Tapi semua itu tak semudah biasanya..
dua pertempuran awal.. diriku begitu lemah dimata musuh..
begitu mudah untuk mundur..
begitu mudah kawan-kawan ku gugur...
begitu mudah nya daerahku dijajah musuh....

"Tamparan" keras dari sang  kapten telah mengenai diriku...
memang tidak secara fisik beliau menamparku..
namun itu tepat menghujam dihatiku...

malam ini aku termenung...
mengabaikan semua bunyi-bunyian ditengah sunyi malam...
masih ternginang ditelingaku... semua perkataan dari kaptenku...
mungkin tak ada harapan..
mungkin tak mungkin menang..
munkin tak akan selamat...
namun semua itu hanya MUNGKIN..

aku diciptakan dengan hati sekeras dinding tank dihadapanku..
tak semudah itu peluru menembusnya..
tak semudah itu peluru menghancurkannya...

aku percaya semua bukan karena aku tak mampu..
namun..
karena aku belum siap..
karena aku belum bisa beradaptasi...

Tapi.. itu dulu...
setelah "tamparan" itu..
aku percaya inilah tanda bagiku...

aku tak mau terlelap lagi..
aku tak mau hanya menunggu untuk menyerang..
aku tak mau terlelap tanpa persiapan dalam malam sebelum pertempuran...

ini bukan hanya untuk kenaikan pangkat ku...
ini bukan hanya untuk keselamatan jiwa ku..
semua ini untuk harga diri bangsaku... khususnya daerah asalku...

malam ini...
Turning point bagiku...
tak ada lagi kata menyerah..
tak ada lagi kekalahan...
masih ada sekitar 3/4 waktu bakti ku...
untuk mengembalikan semua kemenangan itu...

dan pada malam terakhir aku bertugas dalam wilayah ini..
aku akan meraih penghargaan tertinggi..
sebuah  bintang kehormatan..
bukan hanya untuk diriku..
untuk semua yang telah berjasa dalam diriku...

aku yakin akan emndapat semua itu..
karena malam ini...
Turning Pointku... !!!!

Sabtu, 01 September 2012

"Gunung" Itulah, "Tambang" Ilmu !

Setiap hari kita menjalani keseharian yang relatif sama, sebagai seorang pelajar saya sadar saya juga melakukan hal yang hampir sama setiap harinya. Namun sadarkah anda,  telah ada sesuatu yang membuat satu hari berbeda dengan hari lainnya? Itu adalah masalah.

Ya, setiap harinya pasti ada masalah yang berbeda. Dan anda tidak perlu khawatir akan hari esok, karena setiap hari memiliki kesulitannya sendiri-sendiri. Setiap pribadi, memilik pandangannya sendiri-sendiri mengenai maslaah yang dihadapinya. Saya menggolong kan pandangan tersebut dalam tiga tipe, yaitu :
1. Orang yang menganggap masalah tersebut terlalu besar, dan tidak sanggup menanggungnya
2. Orang yang menganggap masalah sebagai gunung yang terlalu tinggi untuk didaki
3. Orang yang menerima masalah dengan senang hati.

Tipe 1 :  Orang yang menganggap masalah tersebut terlalu besar, dan tidak sanggup menanggungnya

Tipe ini, secara umum digambarkan masyarakat sebagai ksatria yang kalah sebelum perang. Orang dengan tipe pertama, cenderung tidak percaya dengan kemampuan yang ia miliki, dan selalu  berfikir hal-hal yang negatif. Ia tidak berani menghadapi masalah tersebut dan cenderung menghindari masalah tersebut dengan alasan apapun. Tipe ini juga cenderung sering mengeluh jika hanya terjadi sedikit hal yang tidak sesuai kehendaknya.

Saran : Jika anda merasa termasuk dalam tipe ini, saran saya sebaiknya anda meningkatkan keberanian anda serta kepaercayaan diri anda. Percayalah  bahwa anda telah diciptakan oleh Tuhan, dengan kemampuan yang lebih dari cukup untuk emnghadapi semua tantangan serta masalah adalm hidup anda. Dan anda harus berani mencobanya. Seperti yang telah sering kita dengar,   " Cobalah hal itu, walau dengan tubuh gemetaran"

Tipe 2 : Orang yang menganggap masalah sebagai gunung yang terlalu tinggi untuk didaki.

Mereka merupakan orang-orang yang memiliki motivasi kuat dalam menghadapi masalah yang menghadang, namun sayang motivasi tersebut hanya bertahan diawal-awal saja. Ibarat pendaki, mereka bersemangat untuk mendaki sebuah gunung, namun ditengah perjalan mereka berhenti, karena merasa gunung tersebut terlalu tinggi untuk didaki dan memutuskan untuk turun kembali. Tipe orang seperti ini cenderung mudah bosan dengan cara-cara yang biasa, dan dengan rutinitas yang biasa. Selain itu mereka juga termasuk orang yang mudah pasrah dan mudah menyerah sebelum menyentuh garis finish.

Saran:: Jika anda masuk dalam tipe ini, saya sarankan anda untuk mengingat motivasi awal untuk menyelesaikan masalah, jika semangat tersebut telah padam. Selain itu, temukan cara-cara yang efektif serta anda sukai yang dapat  menyelesaikan masalah dengan cepat .

Tipe 3 :  Orang yang menerima masalah dengan senang hati. 

Mereka termasuk orang yang ceria, tidak mudah putus asa, dan tidak mudah mengeluh terhadpa masalah yang mereka hadapi. Sama dengan tipe kedua mereka menganggap maslaah merupakan sebuah gunung. Namun mereka tidak pernah puas hanya dalam mendakinya, karena mereka menganggap gunung tersbut sebagai tambang ilmu. Dalam kehidupan sehari-hari, torang dengan tipe ini termasuk orang bijak, karena mereka selalu mengambil hikmah dan pelajaran dari masalah yang mereka hadapi dan yang telah mereka selesaikan. Orang dalam tipe ini, sangat cocok dijadikan tempat curhat, atau diajak untuk berdiskusi.

Saran : Jika anda termasuk dalam tipe ini, pertahankan dan sebisa mungkin tularkan hal ini kepada orang-orang yang ada di lingkungan anda. Dan kepada anda yang ingin menjadi tipe ini, anggaplah masalah sebagai sumber ilmu kehidupan, hal ini menginatkan saya pada perkataan admin blog Deduksional " Pelajaran mengenai hitung menghitung dapat ditemukan di buku matematika. Pelajaran mengenai alam dapat ditemukan di buku ilmu pengetahuan alam. Namun, pelajaran mengenai kehidupan tak akan pernah Anda temukan di buku mana saja.", dan menurut saya, pelajaran itu ada dalam setiap masalah yang kita hadapi sehari-hari.
 Dan satu lagi saran, luangkan suatu waktu untuk merefleksikan maslaah yang anda hadapi setiap harinya.

Setelah membaca beberapa keterangan diatas, anda dapat menggolongkan sendiri anda berada dalam tipe yang mana. dan semoga dengan membaca post ini, anda dapat menemukan sudut pandang lain dalam menghadapi masalah sehari-hari.