Minggu, 25 November 2012

Satu Bab Di Hidupku, Selesai !

Hidup...
hidup itu seperti sebuah buku.. dan kita semua adalah tokoh utama dalam buku tersebut.

Novel kehidupan ini ditulis oleh Dia yang berkuasa atas segalanya.. ya.. oleh Tuhan sendiri.
 Dan lagi aku katakan kita hanya tokoh utama dalam novel itu.. dan hanya dapat menjalaninya saja.
Kita tidak tahu.. berapa halaman novel yang harus kita jalani..
kita tidak tahu seberapa lama novel kehidupan ini berjalan..
kita tidak tahu kapan akhir dari novel kehidupan ini..

Semua dimulai dari BAB 1 yaitu kelahiran. Sama seperti semua orang aku pun menjalani bab ini.. kujalani setiap bab yang sudah dituliskan Tuhan kepada ku. Banyak konfilk yang muncul di tiap bab nya.. tapi tetap kujalani dengan keyakinan Novel ini akan berakhir dengan happy ending.

Setiap bab telah kulalui.. hingga tibalah aku pada suatu bab.. entah bab berapa itu..
Tepatnya kumulai bab ini tanggal 19 Juli 2012.

Aku memulainya dengan seorang tokoh bidadari yang sangat cantik.
DAN AKU SANGAT MENYAYANGINYA.
 Seperti biasanya.. di awal bab.. tidak ada konflik yang cukup berarti. Kami berdua melalui beberapa konflik kecil dan dengan sangat mudahnya kami melaluinya.

2 bulan kami menjalani bab ini.. konflik yang kami hadapi semakin besar. Tapi kembali kami masih tetap berjalan seiring.

3 bulan..
berbagai konflik mulai menyerang kami..
kami berdua bertahan sekuat tenaga.. dan kami berhasil melaluinya..

Memasuki bulan keempat..
kami memulai nya dengan sangat bahagia...
 aku sangat ingin.. melanjutkan bab ini untuk selamanya.. aku ingin bab ini adalah bab akhir dalam hidupku dengan halaman yang sangat panjang.
Aku ingin sekali.. bab ini tidak hanya berlalu sepanjang 4 bulan 7 hari..

Tapi sang penulis Novel kehidupan ini telah berkata lain..
 25 November 2012... tepat 4 bulan 7 hari kami menjalani bab ini...
sang penulis menuliskan hal yang tidak aku inginkan tertulis di halaman berikutnya.

Aku harus berpisah dengan sang bidadari itu..
mungkin.. ini berat untuk aku..
tunggu.. bukan mungkin.. tapi memang berat untuk aku..
aku tidak menyangka.. bab ini akan selesai secepat ini..

Tapi aku percaya..
sang penulis mempunyai jalan cerita lain di Novel kehidupan sang Bidadari itu.. yang akan membuatnya senang.
 Selama ia senang.. aku pun akan ikut senang..

Diakhir halaman bab ini.. aku hanya bisa berterima kasih pada bidadari itu..
karena telah bersedia hadir... dan menghiasi Novel kehidupanku...

Satu harapanku..
Ada suatu bab didepan sana yang akan melanjutkan kisah dari bab ini..

aku berharap...
karena aku pun percaya Bidadari itu masih menyayangi ku..

19 Juli 2012 - 25 November 2012
4 bulan 7 hari

sebuah bab dalam hidupku selesai..
dengan harapan masih ada lanjutan kisah dari bab ini di depan sana..


aku akan menunggu... 

Dan untuk Bidadariku..
walau sekarang kau tak ada di dalam Novel kehidupanku...
tapi percayalah..
terselesaikannya tulisan ini bukan berarti terselesaikannya rasa sayangku padamu...

Aku percaya kamu akan membaca tulisan ini
Dan saat kamu baca tulisan ini
percayalah..

AKU MASIH SAYANG KAMU... :')

Minggu, 11 November 2012

Kita (tidak) Bodoh

Pagi itu aku bangun... dan bersiap ke sekolah seperti biasa.
Aku masuk ke tumpanganku dan disana sudah ada ayahku yang siap mengantarku. Diperjalanan seperti biasa aku membeli surat kabar, dan  kubaca berita berjudul "Pengangguran Semakin Meningkat" , aku balik lagi halaman koran tersebut, dan aku baca lagi sebuah judul besar " SDM Indonesia Kalah Saing di Luar Negeri"
hhmm... dua berita tadi membuatku bertanya dalam hati... mengapa penganguran semakin meningkat ? mengapa tenaga kerja kita kalah bersaing ?

Pemerintah,
sebuah opsi jawaban yang muncul di benakku
apakah semua salah pemerintah yang tidak memberi perhatiannya??

TIDAK !!
Kita tidak boleh selalu menyalahkan pemerintah.
Mereka yang duduk di sana pasti juga telah memikirkan segala cara untuk menyelesaikan dua masalah tersebut,
 tunggu... tidak hanya dia masalah tersebut, tetapi juga berbagai masalah di negeri ini.

Rasa ragu.. ya pasti ada.., ragu karena berbagai pemberitaan negatif yang ada tentang beberapa dari mereka.
Tapi kita harus tetap percaya pada mereka, toh yang diberitakan oleh berbagai media hanyalah segelintir orang saja, jangan sampai orang yang benar-benar bekerja untuk kita malah kena imbas dari pemberitaan negatif itu .
Masih banyak orang baik di sana, aku yakin itu !

Pemerintah, aku rasa bukanlah jawabannya



Kembali,
 aku termenung mencari jawaban dari semua pertanyaan tadi, apa yang salah dari negeri ini ??  Apakah kita bodoh ??
Bodoh..... hmmm....

Pertanyaan yang tajam... tidak hanya mempermasalahkan bodoh atau tidak nya kita, tapi juga kualitas pendidikan dari negeri ini.

Berbagai Faktor sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan kita, mulai dari pihak yang paling berperan yaitu guru-guru kita, kurikulum yang kita gunakan, hingga infrastruktur pendidikan kita.
Ku coba bedah satu-satu,

Guru, 
what's wrong with my teacher??
foto dari @SAMuelhendrawan 
Mereka mengajarku dengan baik.., menularkan ilmu nya dengan ikhlas.., dan aku rasa tak ada alasan untuk meragukan kualitas guruku.., tidak hanya guruku tapi semua guru di Indonesia.
Mereka yang berdiri didepan kelas tiap harinya pasti telah memperoleh pendidikan yang cukup.. bahkan lebih...!!!
Sertifikasi guru... aku rasa itu hanya untuk bukti tertulis, mereka yang sudah lulus, pasti sudah teruji kualitasnya.. tapi jangan salah mereka yang belum lulus pun aku sangat yakin.. kualitasnya nomor wahid.

Berita negatif tentang guru, tidak bisa dijadikan cermin kualitas semua guru di Indonesia, tidak bisa dijadikan cerminan kualitas pendidikan Indonesia.

Setiap sekolah pasti berusaha meningkatkan kualitas dari sekolahnya, hal ini bisa menjadi salah satu jaminan kualitas guru. Jika ada guru yang kualitasnya tidak layak, aku yakin sekolah itu pasti akan "mengistirahatkannya".

Berbagai asumsi itu, membawaku pada sebuah kesimpulan,
Semua ini bukan tentang kualitas guru...

Faktor  kedua, Kurikulum.
apa yang kurang dari kurikulum kita?

Menjalani kurikulum ini aku rasa sudah cukup... bahkan dengan kurikulum ini banyak pelajar Indonesia yang dapat menunjukan 'taringnya" di dunia Internasional.
Tak usah heran... tak usah ragu...
jika anda tidak percaya kabar itu mungkin karena anda tidak mendengar pemberitaanya.

Saya punya bukti nyatanya... salah satu kakak kelas saya, seorang alumni dari SMP PL Domenico Savio Semarang telah memperoleh medali emas dalam olimpiade matematika Internasional, dia adalah Richard Akira Heru.
Kak Richard adalah salah satu dari banyak siswa di Indonesia yang telah menunjukan kehebatannya di dunia Internasional.

Jadi dengan begitu.. tidak ada yang salahkan dari kurikulum kita sekarang (?)

Faktor terakhir, infrasturktur.
 Yang tidak ada komputer.. tidak ada lab. bahasa... 
yang gedungnya mulai rusak... dan berbagai masalah lainnya saya rasa memang cukup.. bahkan sangat menghambat. Ya, kita harus aku itu. 
Memang selama ini hal ini yang dianggap paling mengahambat. Tapi menurut saya.... ketika guru dan kurikulum tidak ada masalah,  saya rasa infrastruktur tidak akan menjadi kendala yang besar.

Papua.. daerah yang masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, tentunya disana infrastruktur pendidikannya juga tertinggal dan mungkin di beberapa daerah di papua bisa dikatakan sangat minim.
Tapi.. dari daerah yang dapat dikatakan infrastrukturnya masih tertinggal.. bisa menghantarkan seorang pelajarnya untuk memperoleh First Step to Nobel Prize in Physic .. ya. siapa yang tidak mengenalnya... George Saa.

Dari prestasi yang diraih oleh George Saa, saya rasa masalah infrastruktur dapat ditutup dengan kualitas dari guru serta kurikulum yang ada.

 Infrastruktur.. tidak menjawab pertanyaanku. 
  
Semua opsi telah saya bedah satu persatu, dan semua opsi tersebut menyatakan tidak ada yang salah dengan pendidikan kita.

Tunggu...  semua yang telah kita bahas diatas, barulah faktor pendidikan secara formal di sekolah saja.
 Dan perlu kita ingat... bahwa pendidikan tidak hanya di dalam kelas saja, namun juga di lingkungan luar, lingkungan pergaulan.

Opsi jawaban pun muncul kembali... LINGKUNGAN PERGAULAN

Lingkungan Pergaulan,
foto dari @Desta_Landya10 
banyak mempengaruhi sifat manusia.  
Pergaulan yang positif dapat membawa kita ke pada puncak prestasi. Dapat memotivasi kita meraih hasil terbaik dalam akademik maupun non akademik. 

Namun harus kita akui,
Pengaruh tersebut tidak selalu positif terhadap perkembangan kita. Banyak pergaulan yang membawa dampak negatif, seperti terjerumus ke lembah gelap narkoba. 

Tidak hanya itu, 
Pergaulan  juga dapat mengubah kepribadian seorang manusia, dimana pada awalnya seorang tidak biasa berkata kasar, namun setelah masuk dalam lingkungan pergaulan yang salah ia terpengaruh berkata-kata kasar.

 Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan.. Jika pergaulan dapat mengubah kualitas hidup manusia, yang pada awalnya kualitasnya baik namun dengan salah masuk kedalam pergaulan kualitas nya langusng drop.  

Yang pada awalnya berkualitas untuk kerja, namun karena terpengaruh pergaulan negatif semua kualitas itu hilang dan tergantikan dengan kebiasan-kebiasaan negatif.
Yang pada awalnya berkualitas untuk besaing dengan dunia luar, namun karena pergaulan yang salah semua kualitas itu hilang.

Nahhh....
aku temukan jawabnnya... Kita tidak bodohh... kita hanya kurang mampu menyaring pergaulan kita. 

Jawaban itu sudah menyelesaikan pertanyaan ku, namun muncul kembali sebuah pertanyaan..
Apa solusinyaa menghadapi permasalahan ini ?? Apa kita harus membatasi pergaulan kita ??


 Tidak... pergaulan tidak perlu dibatasi. 
Yang perlu ialah mengontrol diri dan menyaring mana pengaruh pergaulan yang baik dan yang tidak baik.
 Tentunya sangat sulit untuk mnyaring hal ini, orang tua tentu tidak bisa mengawasi selalu pergaulan anak-anak nya terutama katika sedang ada di sekolah.

Ya.. sekolah.. lingkungan pergaulan terluas dan terbesar bagi generasi penerus bangsa kita. Ketika disekolah tentunya banyak pengaruh yang diterima oleh setiap individu, dan pasti setiap individu kesulitan menyaringnya... Aku yakin itu..
 Dan disaat itulah.. munculah pahlawan yang selalu menjaga kita dalam pergaulan di sekolah.. kadang pula kita tidak sadar akan adanya pahlawan itu.

Pahlawan itu ialah para Guru kita. 

Guru, selalu jadi pahlawan bagi kita semua.. ia tidak hanya mengajarkan pada kita berbagai macam pelajaran namun dia juga membantu kita untuk membedakan mana yang harus kita simpan.. dan mana yang harus kita buang.

Kalimat diatas mungkin membuat anda merasa seperti anak kecil. 
Tapi kembali saya katakan bahwa setiap orang pasti mengalami kesulitan menyaring berbagai pengaruh pergaulan, dan guru secara langusng maupun tidak langsung akan membantu kita melakukannya.

Guru lah pihak yang sering menyelamatkan kita dari berbagai pengaruh buruk.
Mungkin untuk teman-teman yang sudah kuliah maupun kerja, perlu di-ingatkan kembali kapan guru membantu kita.
  
 Mari saya bantu mengingatkannya

Ingatkah saat anda dihukum karena ketahuan mencontek..
ingatkah saat anda  ditegur karena ribut dikelas..
ingatkah saat anda dihukum karena terlambat ke sekolah..

Semua hal itu, sebenarnya dilakukan guru kita untuk menyelamatkan kita...
dari pergaulan yang menuju ke arah korupsi

dari pergaulan yang menuju ke kebiasaan tidak menghargai orang lain
dari pergaulan yang membuat kita tidak disiplin. 

Orang tua.. memang membantu kita dalam mengahdapai pergaulan itu.. namun kembali saya katakan, orang tua tidak sepanjang waktu dapat mengawasi kita.. sebagian besar waktu kita habiskan disekolah.. disanalah Guru kita berada. 
  
Sudah sepatutnya.. dan selayaknya kita berterima kasih pada Guru kita.. yang telah menjadi pahlawan untuk kita melawan berbagai pengaruh buruk pergaulan kita.

foto dari @SAMuelhendrawan 
Ingat.. kita tidak bodoh kawan... 
Kita terlahir pintar.. kita terlahir luar biasa...
kita terlahir untuk mengguncangkan dunia dengan berbagai prestasi kita atas nama Indonesia...

Yang kita butuh sekarang adalah orang yang dapat membantu kita melawan pengaruh buruk dari pergaulan... 

Kini mereka ada didekat kita..
kini mereka ada disekitar kita.. 



Mereka adalah guru kita...