Sabtu, 22 Desember 2012

Musuh itu ada DI CERMIN !!


Blog, sebuah dunia dengan segala kemegahaan dan kesederhanaannya, dengan segala keseriusan dan keabsurdannya. Entahlah.. siapa yang mempengaruhi saya saat itu untuk masuk dalam dunia blogging ini, saya tidak butuh orang yang mempengaruhi saya tapi saya hanya butuh satu dasar untuk tetap bertahan dalam dunia blogging ini. 
Hanya melalui blog, kita dapat berbagi gagasan, pengalaman, dan tips, serta jenis tulisan yang lainnya tidak hanya pada orang yang ada disekitar kita namun juga kepada seluruh dunia tanpa ada batasan ruang dan waktu. Ya, hal itulah yang menjadi dasar bagi saya

Tidak jauh berbeda dengan dunia nyata, dalam dunia blogging juga ada berbagai macam tantangan, mulai dari cara promosi tulisan, menghadapi plagiatisme, hingga menjaga konsistensi diri.
Tantangan yang terakhir merupakan tantangan yang pasti dihadapi oleh semua blogger, termasuk saya. Menjaga konsistensi diri untuk tetap nge-blog saya akui merupakan hal yang sangat susah.
Susah, karena kita harus menghadapi rasa malas untuk menulis.

Sebetulnya, rasa malas tersebut tidak dikarenakan godaan- godaan dari lingkungan kita, seperti bermain game, socmed, atau lain sebagainya, namun faktor utama penyebab rasa malas tersebut ada di cermin anda !

Saat anda bercermin, apa yang anda lihat?
Ada seorang dalam cermin itu, dan ia lah yang menggoda kita untuk tidak menulis. Sebetulnya anda dapat mengarahkan orang tersebut untuk tidak menggoda anda lagi, dengan cara...

Tatap mata orang yang ada dicermin tersebut, tatap dalam kedua matanya, katakan dengan berbisik namun tegas dan tentunya dengan penuh keyakinan

“Heii kamu... ya kamuu.... kamu punya kemampuan untuk menulis, sekarang keluarkan semua ide yang ada dipikarnmu dengan menulis”

Pertegas dengan mengucapkan satu kata terakhir padanya

“SEKARANG!”

Teknik ini sudah saya coba berulang kali, pada awalnya saya merasa semua ini sia-sia. Namun saat saya mengatakannya dengan penuh keyakinan teknik ini berhasil dan bekerja atas diri saya.

Mau bukti???
Jika anda telah selesai membaca tulisan ini, itu berarti and juga telah selesai membaca bukti dari keberhasilan teknik ini.


Selasa, 18 Desember 2012

Hei Dunia... Dengar Aku !

" Aku yakin kita pasti akan ketemu lagi.. Bye.. Aku sayang kamu"

Ya.. itulah kalimat terakhir yang aku dengar dari dia, sesaat sebelum kita berpisah.
. Aku kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidupku, bukan karena ia berpindah hati, namun karena ia harus mengikuti kedua orang tua nya yang pindah tugas ke Australia.
SEDIH , itulah perasaanku.

1 bulan telah berlalu,
Aku telah putus komunikasi dengan dia, kenapa? aku tak tahu yang aku tahu aku rindu dengannya.

Aku sadar aku tak bisa menyimpan perasaan ini sendiri, aku tak mampu.

"yah.. aku mau cerita" ungkapku pada ayahku tercinta
"Cerita apa dek.."
"Aku sedih ditinggal Tika pindah.."
" Lohh.. lha napa?"  potong ibuku
" Aku tu sayang dia... aku cinta ama dia... tapi napa ya kita harus pisah ?"
 " aduhh dek.. kamu tu masih kecil, belom tau tentang cinta?" jawab ibuku
" Iya.. apalagi kasiahan dong tika kalau harus pisah sama orang tuanya.. selain itu bener kata ibu.. kamu itu masih kecil, belom mudeng tentang cinta" Tambah ayahku.

Jawaban itu yang selalu muncul dari mereka berdua, saatku bicara "Cinta".
 Mungkin umurku memang  terlalu muda aku untuk mengetahui apa itu cinta, apa itu rasa sakit hati.  Tapi aku rasa jiwaku tidak semuda umurku, jiwaku telah siap mengerti apa itu cinta, jiwaku telah siap menerima sakit hati jika itu memang resiko dari 'sesuatu' yang disebut cinta.

Aku memilih diam, aku pun masuk ke kamar .
Ya, di tempat ini aku luapkan semua perasaan ku, bukan dengan menangis tapi dengan menulis. Kubuka jendela kamarku, kulihat bulan disana. Dan kukatakan padanya semua perasaanku, biar ia yang mengatakannya pada dunia tentang semua ini.

Ya.. biar dunia yang mendengarnya, biar dunia yang menyampaikan rindu ku padanya.

Kutatap bulan diluar sana dan berkata pelan.....
"Heii dunia... dengarkan aku, aku rindu padanya..."

Dimana Kebahagian?

Kebahagiaan...
suatau rasa, yang pasti ingin dirasakan oleh semua orang, taka terkecuali saya.
Kadang kita berkata bahwa telah mendapat kebahagiaan sesungguhnya ketika kita mendapat nilai bagus, atau ketika kita sudah mendapat kekayaan yang kita inginkan, atau mungkin juga ketika kita telah ada disandaran seorang kekasih.

Definisi kebahagian sendiripun sangat relatif menurut setiap orang, ada yang menganggapnya sebagai situasi saat hidup sedang tengan, ada yang mengaggapnya saat semua masalah hidup dapat diselesaikan, ada pula yang menganggap merupakan saat semua yang diinginkan tercapai.

Semua itu sangat relatif, menurut saya sendiri kebahagiaan ialah saat saya telah bisa membahagiakan orang-orang disekitar saya, seperti orang tua, saudara, teman , dan kekasih (walau saat ini saya tidak memiliki seorang kekasih). Dengan kerelatifan definisi dari kebahagiaan, paling tidak kita dapat menyimpulkan jika semua kebahagiaan berasal dari dalam diri kita masing-masing.

Kebahagiaan Bukan untuk Dicari, Tapi untuk Diraih dan Dipetik. 

Sabtu, 15 Desember 2012

Kami Belum Selesai

ee.. sebenernya posting ini postingan santai yang lebih menuju ke curhat dari admin.. hahahaha

mungkin udah lama banget blog ini gg di update, gg ada post baru dalam beberapa minggu ini. Jujur hal ini juga membuat admin gelisah dan cemas.. sempet admin berfikir apakah ini akhir dari gagasan kecil.. dan admin segera menjawab sendiri, TIDAK!

Jujur aja belakangan ini, saya bingung harus post apa di blog saya, banyak pikiran juga sih.. mulai dari UAS sampai proyek buku pertama "Inilah Blogku, Inilah Gagasan" yang tak kunjung usai juga membuat saya galau, dan membuat pikiran saya terpecah-pecah seperti hati ini kala kau tinggalkan diriku... halah.... oke yang itu lupakan...

udah hampir 2 tahun aja ngeblog di "Gagasan kecil" ini , paceklik blog seperti ini udah sering saya hadapi, dan hampir semua pengalaman paceklik postingan ini berakhir di WC.

Ya.. WC, sembari saya membuang sisa hasil metabolisme dari dalam tubuh saya ( baca : e'ek- red) , otak saya membawa saya untuk melayang dalam imajinasi, sehingga saya tenggelam didalam lautan ide yang begitu saja muncul. Dan saat sa7a menulis ini pun sebuah ide muncul langsung di dalam kepala saya.

Ide itu adalah untuk mem-post-kan cerpen yang telah saya buat lama..., dan anda tahu dimana saya membuat cerpen tersebut??
Saya membuat nya di dalam ruang kelas 9C SMP PL Domenico Savio Semarang, yang menjadi ruang tes saya saat tes UAS, dan saya tuliskan semua itu di balik lembar soal mata pelajaran PKN yang telah saya selesaikan 5 menit sebelum saya mulai menulis cerpen tersebut.

Sebagai seorang blogger.. halah..
oke..oke.. aku ganti, sebagai blogger kece... hahahaha..
tempat dan situasi tidak lah menghalangi saya untuk menulis, asalkan ada kertas dan pensil saja hahahahaha...

Sekarang saya teringat pada kata Sujiwo tejo, yang  berbunyi..
" jangan berhenti menulis ketika sudah tidak ada hasrat untuk menulis, namun berhentilah saat sedang bergairah untuk menulis"

melalui posting ini saya sedang mencari-cari hasrat menulis yang beberapa minggu ini hilang dari saya, dan ternyata berhasil, saya telah dapat keinginan dan semangat untuk menulis lagi.. walaupun tulisan nya agak kacau sih ahahahahaha....

Oyaa.. dalam waktu dekat ini saya bakal wawancara ama duta sanitasi nasional, yaa mungkin tidak secara langsung, tapi saya bakal berusaha korek-korek keterang samapi paling detail dari dia.
Ada b ocoran dikit nih tentang Duta Sanitasi Nasional yang bakal saya wawancara... doi itu anak kelas 9A SMP PL Domenico Savio, yaa masih satu sekolah dengan saya.. namanya Dhea Safitri. Info lebih lanjut.. dtunggu aja di postingan tentang Duta Sanitasi ini.

Oke.. saya rasa cukup sekian dulu... mohon maaf kalo ada salah-salah kata dan pengejaan. hahaha...

yaa pokoknya cukup sekian aja deh posting kali ini...
dan inti dari postingan yang tidak berinti ini adalah... GAGASAN KECIL BELUM SELESAI bung... hahaha...