Kamis, 24 Januari 2013

BERONTAK ! :
Untuk Mereka Yang Hidup Dalam Sangkar Emas


Dear Kalian yang hidup dalam sangkar emas,

Aku tahu hidup kalihan sangatlah enak, hidup dalam kemewahan, hidup bertabur berlian, berselimutkan kain dari rajutan benang perak. 

Aku tahu, kau mengisi setiap waktu luang mu dengan blackberry di tangan kanan dan gelas starbucks di tangan kiri,
 atau mungkin dengan macbook di meja mu dan burger ditangan, sambil menikmati sajian musik menghibur dan ruang ber AC, dalam balutan kenyamanan restorant cepat saji,
 tanpa peduli apa yang terjadi diluar sana. (kecuali kalau restonya didatangi ormas dan mau disegel sih hahahahahaha.....)

Aku tahu, kalian menikmati perjalanan kalian didalam sebuah kereta tak berkuda, dengan alunan musik yang menghentak dan dalam kesejukan dari air conditioner double blower. Dalam timbunan kenyaman tersebut, kamu akan selalu merasa perjalanan terasa cepat. Jalan berlubang? Hmmm... tidak terasa lah... kan shockbreaker nya kualitas wahid.

Aku tahu, hidup kalian sangat lah higienis .
Belanja kebutuhan sehari-hari,  tentunya tidak perlu menggulung celana dan tidak pelru khawatir karena sandal terkena lumpur, serta tentu saja tidak perlu ber zigz-zag ria menghindari berbagai “ranjau alami” yang disebar oleh hewan-hewan disana. Tinggal mengambil troli, ambil barang-barang yang diinginkan yang tentunya berkualitas prima dan antri menuju ke kasir.
~
Ya itu yang aku, emm tunggu.. itu yang kami tau tentang kalian,
tapi tahukah anda tentang kami?
~
Entahlah apa yang ada dipikiran kalian mengenai kamisaat....
Kami yang makan dalam “caffe” ya di “caffe” namun bukan caffe papan atas.. cukup di “caffe meong”  yang banyak tersebar dipinggir jalan.
Dengan kartu 2 wajik, 3 love, 4 sekop, dan Jack kriting ditangan kanan serta segelas kopi hitam ditangan kiri serta dengan tawa yang menglegar memecah hening malam di jalan tersebut.
Kurang Sopan... emm atau mungkin Tidak Sopan itu yang terpikir dipikiran kalian.

Entahlah apa yang dipikiran kalian mengenai kami saat...
Menikmati perjalanan dalam kehangatan siang yang membakar tubuh dan mengucurkan keringat. Berdiri berdesak di dalam bus kota....
duduk berhimpit dalam AnKuDes....,
Merasakan sensasi roller coaster selama pejalanan....
jalan terpanggang diatas trotoar bermandikan asap yang keluar dari kereta kalian...
hmmmm... Tidak nyaman... mungkin itu yang kalian pikirkan..
dan memang semua ini tidak nyaman.

Entahlah apa yang dipikiran kalian mengenai kami saat...
Kami belanja untuk kebutuhan sehari-hari ditempat yang mungkin belum pernah tersentuh oleh tangan kalian bahkan tercium oleh hidung kalian.
Saat kami bermodalkan sandal karet menyebrangi lautan lumpur, serta ber hati-hati melewati “ranjau alami”, walau akhirnya kena juga hahahahaha...

Mungkin itu menjijikan bagi kalian.
~
Tapi...
ada satu hal yang belum kalian tahu tentang kami.
Yaitu cara pergaulan kami yang sangat luas... hahahahaha

Aku tahu, kalian sangat selektif dalam berteman.
Owner, CEO, Direktur Utama, menempati posisi 3 besar dalam list pertemanan mu.
Yang kalian bicarakanpun selalu sama, profit, kerja sama, diversifikasi usaha, investasi, saham dan lain-lain. Kau tahu, itu membosankan bagi ku.
Dan aku pun tahu SESUNGGUHNYA kalian bosan dengan semua itu.

Satpam, tukang becak, penjaja siomay, penjaga toko, dan lain-lain, itulah teman kami. Mungkin memang tidak sekaya para teman kalian dan tidak semewah car kalian bergaul.
Kami hanya menyapa, berjabat tangan, bicara berbagai macam hal bukan hanya usaha, mulai dari sosial, politik, pendidikan, dan masih banyak lagi dan semua itu menambah wawasan kami.

Sungguh lucu mendengar seorang anak yang bernasib sama seperti kalian, hidpu dalam sangkar emas, berkata
“ Ihhh.. kelompok berandal...” saat melihat kami saling dorong-dorongan, saling menepuk, saling “mengatai”..
Ya sungguh lucu di mata ku.... karena sementara ia berkata seperti itu, kulihat dimatanya rasa bosan dan rasa ingin untuk bergabung. Sungguh lucu.
~
Aku tahu kalian juga ingin seperti kami yang memiliki pergaulan luas, memiliki banyak teman, dan bisa berbicara berbagai hal.

Tapi akupun tahu anda malu untuk memulai nya, anda malu dengan perbedaan keadaan antara anda dan kami semua, anda malu dengan budaya di dalam keluarga anda, yang hanya mau bergaul dengan orang yang sederajat.

Semua ini membuat anda tak acuh pada lingkungan anda. Dan sikap itu telah tertanam dan membudaya dalam kaum anda.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa atas keadaan kalian, karena semua itu adalah anugrah Tuhan. Aku hanya berpesan dan mungkin menyampaikan pesan dari semua orang yang ada dalam kaum kami.

Sewaktu matahari telah menyinarimu dan ayam jantan menyapa mu di pagi hari, lepas lah jubah emas mu dan terbanglah keluar dari sangkar emas mu. Sapalah kami, bergabung lah dengan kami. Kami tidak menginginkan harta kalian, kami hanya ingin kalian menganggap kami ada, menganggap kami juga manusia sama seperti kalian, kami ingin kalian hadir ditengah kami berbagi tentang berbagai hal.

Aku tahu, semua itu butuh keberanian,

Dan saat inilah keberanian harus datang. Buka pintu sangkar mu di pagi hari, lebarkan sayapmu, kepakkan dan terbanglah menyongsong sang fajar, menyapa kami yang ada diluar, dan ketika fajar telah kembali pada belahan dunia lai kau bisa kembali dalam sangkar mu dan memakai kembali jubah emas mu.

Jika anda ingin pergaulan, anda harus akui itu jangan bohongi diri anda sendir. Mulailah acuh pada lingkungan anda. Pergaulan dimulai dari kepedulian.

So,

BERONTAK dari sikap TAK ACUH itu atau MATI dalam selimut KEBOHONGAN dan KEMUNAFIKAN pada DIRI SENDIRI

Sabtu, 05 Januari 2013

Cepat Kembali Ya...

Malam ini aku terkejut...
sangat terkejut...

aku tidak percaya apa yang kamu tulis di pesan singkat itu...
tatapan hampa tak percaya saat ku lihat pesan itu...
 bahkan aku tidak mengenalimu dari bahasa mu..
aku tidak percaya jika yang menulis itu kamu...

Mungkin kamu tidak sadar telah menulis semua itu...
Mungkin kamu dalam pengaruh orang terdekatmu..
Aku tidak tahu...
Dan tidak akan pernah tahu...

Berapa kali aku harus bilang..
Aku Sayang Kamu..
Jika setiap aku bilang itu kau tidak percaya padaku...

Tiap kali ku bilang itu..
kau selalu minta bukti..
kau minta aku sebutkan semua itu ...
aku hanya dapat menjawab
"semua yang sudah aku lakukan untukmu"
bahkan aku tidak ingat apa itu...
mungkin karena aku tidak melakukan apa-apa
atau
mungkin karena aku tidak akan pernah menghitung kebaikanku pada mu..

Aku tatap gelap di depan sana..
Sendiri...
tanpa dirimu...


Waraskah aku..??
setelah semua sakit ini...
Aku masih sayang kamu...

Waraskah aku..?
setelah semua hal ini..
Aku masih sayang kamu..

Tak apa bila ku tak waras..
Karena aku memang sayang kamu...

Aku gak tahu harus berbuat apa..
Aku gak tahu harus bilang apa...

Malam ini aku hanya menatap kosong..
kosong dan jauh melayang..
dalam langit malam yang gelap..

Malam ini aku hanya berdiam dalam dingin..
dingin malam...

Malam ini aku hanya berucap pada Sang Hyang..

Malam ini aku berbisik pada angin..
dan berharap kamu mendengarnya..
Hanya satu yang aku minta..

Cepat Kembali Ya..