Minggu, 24 Maret 2013

TIGA : Kisahku Terpatri Padanya.

 "Absen tiga...!!" teriak guruku.. saat membagi kan kartu peserta ujian di dalam kelasku, bersamaan dengan derap langkahku menghampirinya.

angka Tiga, mungkin tak akan berarti apa-apa untuk banyak orang..

ahh.. TIGA...  sabar ya.... *pukpuk*

Yeah.. aku tau, kamu pasti sudah sangat dikenal oleh masyarakat Nusa Antara ini.
Tunggu... bukan hanya di Nusa Antara.. namun juga di DUNIA !

'Lahir' pada sekitar tahun 350 SM d India bersama para saudaramu ,  hmm.. it's nothing special.
Bahkan hal itu membuat mu tak menarik, karena tua.
Lahir sebagai anak ke 4 dari 10, juga tak membuatmu terlihat istimewa.

Entahlah...
mungkin memang khalayak  menganggap kamu tidak istimewa
tapi jujur akupun ragu mengatakan dirimu  istimewa/

Jika kubayangkan diriku tanpamu...
mungkin bakpao yang kemarin ku makan   tidak akan berharga Rp 3000,-
dan mungkin sepiring nasi goreng dengan sate ayam dan segelas es teh tidak akan seharga Rp 13.000,-

hahahaha... memang
terlalu tinggi khayalku untuk membuktikan bahwa kamu istimewa.
TIGA, mungkin kamu memang tidak istimewa.
itulah kesimpulan yang kudapat dalam hatiku sembari
aku melangkah meninggalkan kelas, dengan menatap angka tiga yang ada pada kartu itu..

Astaga...
entahlah seakan ada yang menampar ku hingga aku tersadar betapa istimewanya kamu saat aku melihat nomor absenku di kartu ujian itu.
aku sadar kamu sangat istimewa...
 ya... istimewa
semua kisahku.. perjuanganku.. kekhawatiran, suka duka ku selama menjalani Masa SMP ini terpatri begitu indah pada dirimu.


Memasuki gerbang SMP PL Domenico Savio, pada 27 Juli tiga tahun lalu..
hmmm.. menggunakan seragam putih merah khas anak sd yang sudah mulai terdesak oleh pertambahan kadar lemak di tubuhku, serta dengan menyandang absen NO. 3 aku siap untuk memulai masa-masa MOS di sekolah itu.

Absen ku di SMP, telah membuatku lebih dekat dengan 'TIGA'
ia menjadi saksi setiap perjuanganku...
menjadi saksi ketegangan ku saat mengerjakan ulangan...
semua kisahku di sekolah ini, dilihat olehnya.

Ia melihat bagaimana pertama kali aku lupa membawa buku dalah satu pelajaran,
ia melihat bagaimna salah satu buku pelajaranku disita karena di baca tidak pada waktunya.

ia melihat bagaimana beban di hati dan pikiranku ketika begitu banyak tugas menumpuk.
ia melihat ke khawatiranku, saat lupa belajar untuk sebuah ulangan... dan bahkan ketegangan kelas ku terekam olehnya saat ada razia gadget di kelas

tidak hanya melihat hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran.. namun ia juga melihat kisah cintaku di SMP hahahahah....
munafik rasanya juga mengatakan tidak ada kisah cinta di Sekolah.
Dan kejam rasanya mengatakan bahwa kurang pantas anak  SMP mengerti masalah cinta,

CINTA adalah anugerah Tuhan, dan semua ciptaannya berhak merasakannya...
termasuk kami yang dikatan "anak bau kencur" ini


Tiga, telah merekam semua kisah cintaku,
mulai dari saat pertama  aku menaksir seorang wanita di SMP dan aku tidak berani mengungkapkannya,
dan lebih parah lagi, wanita itu selalu curhat kepadaku masalah-masalah yang ia hadapi dalam hubungannya. Namun seiring jalannya waktu rasa itu mati.

dilanjutkan dengan kisah saat aku sudah berhasil mendekati seorang wanita, yang saat itu memiliki jabatan yang cukup tinggi dalam organisasi sekolah.
 Dan aku membulatkan tekad untuk berani mengungkapkannya....
namun satu minggu sebelum rencana ku terealisasi, ia mengabaikanku karena seorang pria lain.

Dilanjutkan dengan kisahku yang ketiga, dengan wanita yang sangat pendiam dan penurut manis lagi hahaha.. aku fikir aku tak boleh menyianyiakan nya.. tak menunggu lama aku nyatakan apa yang ada di hatiku. Dan kami menjalin sebuah relasi sekitar 4 bulan, namun hari yang tidak diinginkan itu datang, kami menyudahi relasi tersebut. (bisa di baca di http://gagasankecil.blogspot.com/2012/11/satu-bab-di-hidupku-selesai.html  )

Namun kini seiring bergantinya hari , kami berusaha untuk memperbaiki relasi tersebut dan aku tidak tahu apa yang akan direkam oleh Tiga lagi mengenai kisahku yang satu ini.
 
Menimba ilmu di SMP PL Domenico Savio selama tiga tahun bersama angka TIGA, merupakan pengalaman yang tak akan pernah terlupakan.
Banyak pengalaman yang tak terlupakan, semua itu terpatri rapi dalam angka TIGA.

mungkin tiga tahun merupakan waktu yang singkat, namun bagiku, kuantitas tahun tidaklah penting yang penting ialah kualitas dari tahun tersebut.

Dan tiga tahun terakhir merupakan tahun yang sangat berkualitas bagiku, di SMP Domenico Savio, bersama TIGA yang akan menemani ku hingga akhir perjuanganku di SMP ini.

Dengan masih memandang angka Tiga pada kartu ujianku, aku tersenyum, terbawa ke alam bawah sadar ku mengenang semua kisah ku dan TIGA.

"woii... ngalamun ajahh..   pulang yokk..." kata temanku sembari menepuk pundakku dan menyadarkanku dari semua imajinasi lintas waktu itu.

Kini aku dan TIGA,masih melangkah bersama .
Dan ada satu hal penting yang akan direkam TIGA,
perjuanganku dan pencapaianku pada Ujian Nasional SMP tahun ini.

Walau setelah itu mungkin kami tidak akan bersama lagi, namun tidak akan kulupakan TIGA karena semua kisahku terpatri padanya.


"POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME MAMA CALVIN, LITTLE DIJA DAN ACACICU "