Selasa, 27 Maret 2012

BERPENDAPAT SECARA PROAKTIVE (tetapi tidak) HIPERAKTIVE

Berada di dalam rumah sendiri dan selama beberapa jam berkecimbung di #RepublikTwitter membuat saya mendapat sebuah inspirasi. Tweet yang dikirim pada hari ini ( 27/03/12 ) kurang lebih berisi berita yang sama, yaitu DEMONSTRASI ANTI KENAIKAN HARGA BBM.
Bahkan Trending Topic Indonesia pada urutan pertama di rebut oleh hastag  #TURUNKAN yang notabene adalah hastag yang dibuat untuk ber-demonstrasi menolak kenaikan BBM secara online, namun seiring dengan berjalannya waktu hastag tersebut melenceng dari tujuan utamanya.

Oke, kita tinggalkan demonsrasi secara online itu, kita akan mulai membahas tentang demonstrasi offline atau yang langsung di lakukan di dunia nyata.

PROAKTIVE
Saya akui, mereka yang mengadakan demo merupakan orang-orang yang proaktive dalam menyampaikan aspirasinya. Berbagai cara mereka lakukan untuk menyampaikan aspirasinya. Mulai dari orasi, aksi unik seperti jalan mundur, hingga aksi teaterikal. Berbagai  cara mereka lakukan untuk  berpendapat.

DEMO ? APAKAH ITU PROAKTIVE ?
Mungkin anda bertanya-tanya, apakah demonstrasi termasuk kegiatan proaktive ?? lha wong mereka cuman berorasi tanpa melakukan suatu aksi untuk perubahan.

Pertanyaan tersebut memiliki 2 jawaban yang berbeda, tergantung konteks yang sedang dibahas. pada artikel ini, kita lebih mengarah pada konteks berpendapat, sehingga demo dapat disebut suatu kegiatan yang proaktive. Karena, dalam demonstrasi orang yang melakukan demo atau yang sering disebut demonstrans telah proaktive dalam menyuarakan pendapat,

PROAKTIVE BERPENDAPAT, APAKAH HANYA MELALUI DEMO ?
Proaktive berpendapat tidak hanya bisa dilakukan melalui kegiatan demo, tapi juga dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, anda dalam suatu rapat, anda dapat proaktive mengeluarkan pendapat anda, tetapi dengan catatan anda juga harus menghargai pendapat orang lain dengan kata lain tidak hiperaktive

HIPERAKTIVE
Banyak contoh tindakan hiperaktive atau berlebihan, salah satunya seperti foto yang didokumentasikan oleh DetikFoto berikut :


mencorat-coret fasilitas umum salah satu tindakan hiperaktive

membakar mobil juga merupakan tindakan hiperaktive


Seharusnya para demonstran menyadari bahwa tujuan mereka berdemo adalah untuk menyampaikan aspirasi mereka, dan bukan untuk merusak fasilitas umum apapun alasannya.
Para demonstran harusnya juga sadar bahwa fasilitas tersebut merupakan milik bersama yang harus di jaga serta dirawat.

MENCEGAH TERJADINYA TINDAKAN HIPERAKTIVE
Tindakan hiperaktive biasanya muncul karena kita kurang dapat menerima pendapat orang lain.Hal ini dapat di tanggulangi jika individu sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat serta sudah diajak BELAJAR BERDEMOKRASI sejak dini, sehingga individu dapat menghargai pendapat orang lain.
Dengan, demikian kita hendaknya bisa menyampaikan pendapat kita secara proaktive tetapi tidak hiperaktive dan hal itu tidak hanya berlaku dalam demo semata, tapi juga dalam kekgiatan sehari-hari.