Rabu, 22 Agustus 2012

Kebun Binatang Semarang

Kebun Binatang Semarang, atau yang akrab disapa bonbin ini, menjadi tujuan banyak orang untuk berwisata selama libur lebaran, tidak terkecuali saya. Di pintu masuk saya disambut oleh panjangnya antrian pengunjung, suasana juga tak jauh berbeda di tempat parkir mobil yang juga telah penuh oleh mobil para pengunjung.

Saya tidak sendiri saat berkunjung ke  Kebun Binatang yang memiliki luas sekitar 9 hektar ini, saya datang ke tempat wisata ini bersama kedua orang tua saya dan kakak tercinta. Melihat antrean pengunjung diloket tiket cukup panjang, dan mengingat kami belum sarapan, maka kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di salah satu kios yang ada di luar area Kebun Binatang.
Diluar area wisata, terdapat banyak kios-kios yang menjajakan makanan, selain itu juga banyak kios yang menjual berbagai macam aksesoris serta mainan anak.

Untuk tiket masuk sendiri harganya terjangkau yaitu Rp7500  per orang.  Untuk para pengunjung tidak perlu bingung, karena begitu masuk kita akan langusng bertemu dengan papan petunjuk letak-letak kandang hewan.
Selain itu juga terdapat denah yang menunjukan letak berbagai kandang hewan yang menjadi koleksi dari kebun bintang ini.

Di setiap kandang hewan, dilengkapi dengan informasi mengenai hewan tersebut, seperti nama latin, spesies, dan juga asalnya. Sehingga dengan berkunjung ke kebun binatang inii, kita tidak hanya dapat melihat hewannya saja, namun juga dapat mempelajari sedikit informasi hewan-hewan tersebut.

Selain itu, untuk pengunjung yang ingin merasakan bagaimana berkendara dengan gajah, dapat menyalurkan rasa penasaran itu di sini, karena ada satu ekor gajah koleksi dari kebun binatang ini yang siap menggendong anda.

Untuk pengunjung yang merasa lelah dalam mengelilingi kebun binatang ini, ada dua kendaraan yang disediakan oleh pihak management, yaitu kereta mini dan dokar. Dengan dua kendaraan ini, anda dapat mengelilingi area wisata ini tanpa merasa lelah. Namun ada satu hal yang perlu mendapat perhatian dari pihak management, dimana sebaiknya  lajur untuk kedua kendaraan tersebut dipisahkan dengan lajur pengunjung, sehingga pengunjung tetap dapat berjalan dengan nyaman.

Dalam berwisata tentu kita ingin mengabadikannya dengan foto. Untuk para pengunjung yang tidak membawa kamera, jangan khawatir, karena disana telah siap beberapa fotografer dari pihak management  yang siap untuk memotreta anda dengan beberapa bintang seperti burung kakak tua, selain itu untuk anak-anak juga bisa berfoto dengan petugas yang berkostum tokoh-tokoh kartun.
Foto anda bisa langsung jadi, untuk tarifnya akan disesuaikan dengan ukuran. Untuk ukuran kecil harganya  Rp10.000 , untuk ukuran besar harganya Rp20.000. Anda juga tidak usah khawatir, karena dalam foto anda akan dicantumkan nama kebun bintang beserta dengan tanggal anda berkunjung ke tempat tersebut. Khusus untuk foto ukuran besar, anda dapat menambahkan nama  anda di dalam foto tersebut.


Selain menampilkan berbagai macam bintang,  didalam juga terdapat beberapa wahana permainan anak, seperti sepeda air. Selain itu juga terdapat beberapa stand dari berbagai produk. Dan untuk pengunjung yang ingin keluar dari area wisata namun hanya untuk sementara, dapat meminta izin pada petugas yang berjaga di pintu keluar.
 Dengan mendapat izin, anda akan diperbolehkan masuk kembali ke area wisata, tanpa harus membeli tiket lagi, tapi ingat.. jika HANYA UNTUK SEMENTARA KELUAR.

 Sekian sediikit cerita tentang Kebun Binatang Semarang, untuk pengalaman yang lebih seru silakan langsung berkunjung ke Kebun Binatang ini yang terletak di  Jl. Walisongo KM 16, tepat berseberang Terminal Mangkang.

Selasa, 21 Agustus 2012

TAPI

Tekadku.. 
Memang tak sebesar gunung... 
 Tapi..
Biarlah hatiku mengungkapkannya...
Tapi..
Jika kau mengahalangi hatiku..
Biarlah mulutku berteriak..

 Tapi..
 Jika kau membungkam mulutku...
Biarlah tanganku menuliskannya...
Tapi...
 Jika kau tetap menghalangi aku...
Biarlah KERINGAT dan AIR MATA ku yang MENYAMPAIKANNYA.....

Kamis, 16 Agustus 2012

Lomba Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Domsav : Hari Ketiga

Tanggal 16 Agustus 2012, hari ketiga perlombaan dalam rangka peringatan hari kemerdekaan indonesia di SMP Domenico Savio. Pada hari ketiga sekaligus hari terakhir ini, diadakan 2 lomba, yaitu Pemilihan Putra- Putri Domsav dan juga lomba final Yel-yel.

Pemilihan Putra-Putri Domsav (PPD), merupakan sebuah tradisi di sekolah tercinta saya, yang diadakan setiap tahunnya. Untuk yang bingung seperti apa Pemilihan PPD, kegiatan ini hampir mirip dengan  pemilihan abang none yang mungkin sudah lebih kita kenal.

Setiap kelas mengirimkan dua wakil nya, yang tentunya berpasangan. Setiap tahunnya tema PPD berbeda, pada tahun ini temanya 100% Indonesia 100% Domsavian, dengan sub tema Gegayuhan (cita-cita). Wakil dari setiap kelas mengenakan busana semenarik mungkin, yang disesuaikan dengan cita-cita dari masing-masing peserta.

Tentunya yang dinilai bukan hanya busana, melainkan kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan para juri juga dinilai. Para juri sendiri, merupakan gabungan dari pihak internal sekolah yang diwakili Br. Warto dan juga pihak luar yang telah dipilih oleh panitia.

Pada tahun ini, sebuah sejarah terpecahkan.  Dimana seorang Putra Domsav terpilih berasal dari kelas 7 reguler, bernama Hendra.
Hendra memiliki suara emas, ia juga menjadi salah satu pengisi acara dalam pemilihan PPD ini, dengan menyumbangkan 1 buah lagu. Selain itu ia juga memiliki kemampuan public speaking yang bisa dikatakan baik.

Sementara itu, Putri Domsav terpilih, berasal dari siswa kelas sembilan yaitu, Michelle Setyadi, atau yang akrab dipanggil  Michelle .
Michelle mempunyai karisma dalam menjawab setiap pertanyaan para juri, hal ini menjadikan nilai plus tersendiri baginya. Selain itu, ia dinobatkan juga sebagai Putri dengan busana terbaik.
 Dari kelas saya sendiri, mendapatkan satu prestasi, yaitu menjadi Juara Favorit Putri.  

Untuk final lomba yel-yel, diadakan di halaman depan SMP PL Domenico Savio, dan menjadi  selingan acara PPD. Kelas saya sendiri, mendapatkan kesempatan untuk tampil pertama kali. Dalam kesempatan kali ini, ada beberapa format yel yang kami ubah, tentunya supaya tidak menimbulkan efek bosan. Untuk pemenangnya, akan diumumkan pada Upacara peringatan kemerdekaan Indonesia, besok pagi.

Terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah terlibat dalam perlombaan ini. Terima kasih untuk 2 wakil kelas kami, Sheryl dan Yose, yang telah berjuang di ajang PPD. Terima kasih para panitia dan teman-teman pengurus OSIS yang telah berjuang mempersiapkan acara-acara ini. Dan tak lupa, Terima kasih untuk para Domsavian yang telah turut serta memeriahkan acara peringatan kemerdekaan Indonesia ini.


foto dari @katy_chand 

Dalam pertandingan, tidaklah penting apa hadiah yang kita dapatkan... tetapi yang penting ialah... pelajaran apa yang kita dapatkan..... 

Rabu, 15 Agustus 2012

Lomba Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Domsav : Hari Kedua

Kemarin, hari pertama telah berlalu, dan kin hari keduapun kami jalani. Pada hari ini, kelas 9 SMP PL Domenico Savio, mengikuti beberapa lomba diantaranya < tarik tambang, estafet air, dan joged balon.

Tarik tambang, mungkin sudah menjadi tradis di Indonesia untuk menjadikan lomba ini sebagai salah satu lomba wajib didalam peringatan kemerdekaan RI. Di sekolah saya sendiri, lomba tarik tambang selalu diadakan setiap tahunnya.
 Di tahun-tahun sebelumnya kelas saya selalu kalah di babak penyisihan, namun pada tahun ini yang menjadi tahun terakhir bagi kami di Domsav, prestasi yang kami dapatkan cukup baik, yaitu sebagai semifinalis... hehehehe.. lumayanlah.

Pada pertandingan pertama kami dipertemukan dengan kelas J, dalam pertandingan ini kami menang. namun di pertandingan kedua, kami bertemu dengan kelas yang lebih kuat dari kami, dan kamipun harus mengakui keunggulan kekuatan serta strategi mereka. Dalam pertandingan perebutan juara 3, kami dapat memenangi set pertama, namun kelas H yang menjadi lawan kami dapat menang dramatis dengan mengalahkan kami di set kedua dan set ketiga.

Estafet air, merupakan lomba yang juga cukup populer di kalangan Domsavian. Masing-masing kelas mengirimkan 10 wakilnya (5 Siswa 5 Siswi ). Sayang pada perlombaan ini kelas saya tersisih di babak penyisihan.

Joged Balon....... lomba yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh Domsavian. Setiap kelas mengirimkan 2 orang, 1 cowok dan 1 cewek, untuk berjoged sambil menjaga keseimbangan balon di kepala. Tentunya lomba ini sangat heboh, karena semua penonton sangat terhibur melihat goyangan para peserta. Pada babak penyisihan kelas saya berhasil lolos dan dapat masuk ke babak final.

Di babak final, kelas saya harus mengakui kepandaian pasangan lain dalam menjaga keseimbangan balon di kepala, dan kelas saya berhasil mendapatkan juara 3.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang telah berjuang dalam lomba tarik tambang.  Terima kasih untuk teman-teman yang telah mengikuti estafet air. Terima kasih untuk Fariha dan Sham yang telah mewakili kelas dan berhasil merebut juara ketiga. Serta terima kasih pada teman-teman yang lain, walau tidak secara langsung mewakili kelas dalam perlombaan, namun dukungan kalianlah yang membuat semangat kami membara.

foto dari @katy_Chand

Kemenangan Terbesar... Bukanlah Ketika Kita Mampu Mengalahkan Lawan.. Melainkan Ketika Kita Mampu Untuk Tidak Merendahkan Lawan.......

Lomba Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Domsav : Hari Pertama

Okee...saya rasa sudah saatnya saya mengakhiri masa pacekelik postingan ini. Untuk mengakhirinya saya akan berbagi kepada anda semua tentang pengalaman saya dan juga kelas saya dalam mengikuti lomba peringatan hari Kemerdekaan Ri di sekolah saya yang tercinta, SMP PL Domenico Savio.

Sebelum masuk ke pengalaman, ada sebuah fakta yang perlu anda ketahui,  bahwa  pada hari  diadakannya lomba peringatan kemerdekaan RI, sekolah saya tetap menjalankan  Kegiatan Belajar mengajara seperti biasa. Lomba-lomba baru dimulai pada pukul 14.00.
 Pada hari pertama, kelas 9 , mengikuti beberapa lomba seperti, estafet kelereng, fotografi, desain kaos, dan juga lomba yel-yel.

Setiap kelas mengirim beberapa wakilnya dalam setiap perlombaan (kecuali lomba yel-yel yang pesertanya memang wajib diikuti seluruh siswa kelas tersebut. ), seperti kelas saya, yang mengirimkan 10 murid ( 5 siswa dan 5 siswi ) untuk emngikuti estafet kelereng, mengirim Yonas untuk desain kaos, dan juga Katrin untuk fotografi.

Kami pulang pukul 12.00, dan selama waktu jeda antara pulang dan mulainya perlombaan,  waktu kami manfaatkan untuk latihan yel-yel. Dalam lomba yel-yel, setiap kelas harus menyampaikan yel-yel yang bertemakan 100 % Indonesia 100 % Domsavian.
Semua domsavian khususnya kelas 9 sangat antusias dalam mengikuti lomba ini, hal ini dibuktikan dengan totalnya penampilan mereka diatas panggung. Kelas saya mendapat urutan maju ke 6, dan menurut salah satu juri, yel-yel kelas saya merupakan yang terpanjang diantara seluruh peserta.
 Apakah itu kabar baik??? ohh tidak.. belakangan diketahui bahwa kelas saya telah melebihi durasi yang diberikan, sehingga poin nilai dikurangi.

Pada hari itu juga, diumumkan 3 besar lomba yel-yel yang akan tampil pada final tanggal 16 Agustus 2012. Dan kelas saya termasuk dalam tiga besar tersebut, dengan total raihan poin 1005.

Terima kasih kepada Desta dan Law, yang telah bersama saya menjadi 3 pemimpin gerakan di depan. Terima Kasih kepada Fin-fin yang telah menjadi editor lagu yel-yel yang saya buat. Terima kasih untuk walikelas kami Bapak Leo, yang telah mendukung dan memberikan ide-ide. Serta semua teman-teman kelas 9G yang sudah mau latihan, bernyanyi dengan keras, berjoget dengan asoy, dan juga telah kompak, sehingga kita dapat masuk dalam 3 besar.


Foto
foto dari @katy_Chand
  
 We Are The One.. We Are Domsavian !! 

Tresnaku Telat...


Dina kui cuacane mendung, ora beda adoh karo mendunge atiku. Aku mlaku alon ning pelataran sekolahku. Ya, sekolah sing uwis 2 tahun ngajari aku macem-macem babagan, lan iki tahun terakhirku ono ning kini. Atiku sakjane rada gelo, bakal ninggalake sekolah sing uwis ngajarke aku macem-macem babgan. 
Ning sekolah iki ora mung sinau babagan pelajaran wae kaya matematika, basa inggris, lan liya-liyane, nanging sekolah iki uga  ngajarake budi pekerti, kajujuran, lan rasa peduli marang kanca.

“Wehh.. Jon.. kok nglamun, mengko kesambet loo..” pangutarane Prapto sing nyadarke aku saka lamunan iki, “Hehh.. macem-macem wae kowe ki..” wangsulanku marang awake.
  Aku banjur mlaku bareng karo Prapto nuju kelasku sing ono ing gedung paling mburi dhewe. Prapto kui kanca kentel ku, awit aku mlebu ing sekolah iki, sanajan saiki aku lan Prapto uwis ora sakelas maneh, nanging pasedulurane dhewe tetep rumaket.

“Jon.. sawise preinan kowe kok tambah kuru ki piye? Mikir’ke sopo hayoo...?? “ takone Prapto marang aku. Dina kui memang dina pertama mlebu sekolah sawise prei akhir semester, “ Wahh.. mosok toh... aku ki ora tambah kuru.. nanging kowe wae sing tambah lemu.. hahahaha...” wangsulku karo ngakak, Prapto uga melu ngakak.
 Kuwi sing tak senengi saka Prapto, wong’e seneng guyonan lan ora gampang loro ati.
“Wess ayoo... ndang ning lapangan.. upacarane uwis arep diwiwiti..” omonge Prapto, banjur ngajak aku mlaku marang lapangan.

Kaya tradisi biasane, saben taun ajaran anyar mesti diadake Upacara Bendera, upacara mau uga dadi upacara pembukaan MOS. Nyawang adek kelas sing isih unyu-unyu, ngelingake aku marang pengalamanku ning kelas pitu, haaahh... rasane pingin mbalik ning kelas pitu maneh. Sawise upacara, kabeh siswa  mlebu kelas masing-masing, lan mulai pelajaran kaya biasane. Dina kui pelajarane rada santai, isine isih mung kenalan karo para guru-guru.

Telung dina, uwis tak lewati tanpa kerasa,  mumpung nganggur, aku maca-maca maneh buku panduan MOS ku. Aku dadi eling mbiyen wektu aku kenalan karo konco-konco ku, dadi eling wektu melu inagurasi, lan siji sing ora isa dilalekake, aku dadi eling piye perjuanganku nyuwun tapak astane para guru. Kenangan mau nggawe aku nggregel, unine hapeku mbuyarake kabeh bayangan mau. Jebule ana SMS saka Anas, dheweke njaluk tulung aku kanggo nggaweke cerita drama sing bakal dipentasake ing inagurasi MOS kelas 7. Anas kuwi koncoku sing dadi pengurus OSIS, lan saiki entuk tugas kanggo ndampingi adikadik kelas 7.  Aku banjur mikir lan ngomong ing njero atiku, yen sesuk aku uwis ora sekolah ning kono maneh, paling ora aku uwis isa nyalurake semangat lan macem-macem ilmu sing uwis aku trima saka sekolah iki marang para adik kelasku. Langsung aku nggawe cerita drama’ne, kesempatan iki ora bakal aku sia-sia maneh. Mbengi kuwi, ceritane uwis dadi, judule “Maling Sandal”, mbanjur teks dramane langsung aku kirim marang si Anas. Saben bali sekolah, aku ngancani adik-adik kelasku mau latihan drama, sanajan aku ora ngajari langsung, amarga uwis dilatih karo si Anas, lan aku percaya yen Anas mudeng ceritane lan bisa nampilake kaya sing tak maksud.

Ora kerasa (maneh), uwis limang dina MOS ing sekolahku diadake, lan dina iki acarane inagurasi lan upacara penutupan. Amarga aku balik luwih gasik saka adik-adik kelas 7, dadi aku isa nonton acara inagurasine. Wektu kelas sing didampingi Anas maju, lan mentasake cerita “Maling Sandal” aku nonton ing paling mburi  Anas pinter tenan anggone ngajrai drama. Jujur, aku bangga nonton penampilane adik-adik mau, persis karo sing tak bayangke. Para penonton uga ngrasa kehibur. Sanajan para adik-adik mau mungkin ora ngerti sapa aku, tapi aku bangga lan ngrasa puas.
Aku mbanjur ngucapke matur nuwun marang si Anas, amarga uwis diwenehi kesempatan iku.

Sawise nonton inagurasi, aku mlaku alon, rasa ning atiku campur aduk, ana seneng, bangga, sedhih... pokoke campur aduk lah. Kenangan-kenangan mulai saka kelas pitu, masa jeda kelas 8, lan pengalaman sing macem-macem muncul maneh ing pikiranku..

 Udan nangiake aku saka lamunan, aku banjur nggolek panggonan ngiyup.
“ Wooiii.. Jonn... kenneee....” suarane Prapto ngundang-ngundang aku supaya ngiyup bareng awake.
“Wehh kowe durung balik to...??” takon ku
“Durung lhoo yy....arep ngiyup ndhisik..” wangsulane Prapto. “ Lahh kowe dhewe kok durung balik?? “
“ Aku mau nonton inagurasi...” jawabku banjur lungguh ning seblahe
 “ oooo...”  jawabe cekak wae.
“ To.. ketoke aku telat ki...” omongku marang Prapto, “ Telat opo? Telat les ?? “ jawabe karo mangan tahu susur sing tinggal separo.
“Aku telat To...... Aku telat anggone nresnani sekolahan iki.....”