Kamis, 29 Desember 2011

1 TAHUN GAGASAN KECIL

Satu tahun sudah saya menulis di blog ini. 22 artikel telah terbit.
Ucapan terima kasih saya sampaikan pada para pengunjung blog ini, walau saya tidak dapat mengenalnya satu persatu.
Saya yakin bahwa masih banyak kekurangan dari blog dan artikel-artikel yang saya tulis, maka dari itu saya mohon para pengunjung untuk menyampaikan kritik dan sarannya, baik melalui ShoutMix(buku tamu), maupun langsung menulis komentar di artikel terkait.

untuk menutup artikel ke 23 ini saya ucapkan (untuk blogku sendiri hahaha....) :

SELAMAT ULANG TAHUN BLOG-KU GAGASAN KECIL
follow me on twitter :
@Alfonsus_GK_Ega

Senin, 26 Desember 2011

SEMARANG “DIPERTARUHKAN” : KETIKA GENGSI VS CINTA

A:“Eh, liburan kemana nih ?? “
B:“Gag tau nih, di Semarang aja “
A:“ Hah?!? cuman di Semarang ???”

Percakapan itu sering kita dengar, terutama dalam musim liburan. Dan di dalam percakapan tersebut, seolah-olah liburan di dalam kota sendiri adalah sesuatu yang terlarang. Banyak orang yang memilih berlibur di luar kota dari pada di dalam kotanya sendiri, tak terkecuali orang Semarang.  Bagaimana dunia dapat mengenal kota Semarang, jika warga kota Semarang-pun tidak mengenal kota-nya sendiri.

Disaat seperti musim liburan ini kita dihadapkan pada dua pilihan antara gengsi dan cinta. Tentu kita tidak dapat memilih kedua-nya sekaligus. Kita harus mengorbankan salah satu dari dua pilihan tersebut. Apakah kita akan memilih untuk mementingkan gengsi dengan selalu  berlibur ke luar kota atau kita memilih cinta dan memilih untuk lebih mengenal pariwisata  kota Semarang tercinta.

Banyak yang dapat menjadi daya tarik dari kota Semarang. Namun  yang saya lihat, bidang yang mendominasi dan diandalkan  menjadi daya tarik  kota Semarang adalah bidang kuliner. Bidang kuliner yang di dominasi oleh makanan khas kota Semarang seperti Lunpia dan Wingko babat, tidak selamanya dapat diandalkan untuk menjadi daya tarik kota Semarang, karena tidak menutup kemungkinan orang di luar kota Semarang membuka usaha di bidang kuliner yang menjajakan makanan khas kota Semarang.  Hal ini dapat menimbulkan efek bosan pada para pendatang yang sudah biasa memakan makanan khas kota Semarang di kotanya sendiri

Lalu apa jalan keluarnya ? Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwa daya tarik kota Semarang tidak hanya di bidang kuliner. Salah satunya adalah bidang pariwisata yang sudah mulai mengalami perkembangan seperti  Klenteng Sam Poo Kong , yang setelah mengalami renovasi mulai banyak mendapat kunjungan baik dari dalam kota maupun luar kota, selain itu juga ada Masjid Agung Jawa Tengah, Lawang Sewu, dan Kawasan Kota Lama yang  juga menjadi daya tarik kota Semarang. Selain itu program SEMAR-GRES, juga merupakan salah satu daya tarik  tersendiri dari Kota Semarang.  Berbagai diskon dan penawaran pasti mengundang para “Shopaholic” untuk datang berkunjung ke Semarang. Sebuah mega proyek pembangunan sungai banjirkanal yang nantinya akan di”permak” menjadi suatu tempat wisata air juga pasti akan menjadi salah satu daya tarik bagi kota kita tercinta.
Semua daya tarik tersebut tidak akan dikenal dunia jika tidak ada peran nyata dari warga kota Semarang  untuk menduniakan daya tarik tersebut. Sebagai pelajar, cara yang paling mudah kita lakukan adalah menulis informasi tentang kota Semarang di dalam blog kita masing-masing.

Jadi, apakah anda sekalian  masih ragu untuk berlibur dan berwisata di kota sendiri ??

“AYO WISATA KE SEMARANG.”

Jumat, 23 Desember 2011

MEN-TEKNOLOGI-KAN NATAL Atau ME-NATAL-KAN TEKNOLOGI


 Bulan Desember, sebuah bulan yang indentik dengan perayaan Natal. Teman-teman masih ingat tidak, dulu waktu kita masih kecil, kita sering mendapat kartu natal dengan beraneka warna. Tapi seiring perkembangan Teknologi, kita menjadi jarang bahkan tidak pernah mendapatkan kartu ucapan itu lagi.
Perkembangan teknologi tidak selamanya bisa kita jadikan “tersangka” dalam “musnahnya” kartu ucapan tersebut.  Kita haruslah sadar diri , bahwa penggunaan teknologi memang kita perlukan, termasuk dalam perayaan Natal. Tapi, bukan berarti kita selalu bergantung kepada teknologi, teknologi pasti memiliki sisi positif dan negatif. Maka dari itu, munculah sebuah pemikiran di benak saya, sebetulnya dengan adanya perkembangan teknologi kita akan MEN-TEKNOLOGI-KAN NATAL atau ME-NATAL-KAN TEKNOLOGI.

Mari kita ulas satu-satu

MEN-TEKNOLOGI-KAN NATAL, ucapan tersebut  mengandung sisi  positif dari Teknologi . MEN-TEKNOLOGI-KAN NATAL berarti menggunakan teknologi untuk mendukung atau menunjang perayaan Natal. Hal ini bisa dilakukan dan sudah dilakukan oleh banyak Gereja, yaitu dengan memasang LCD proyektor atau Televisi di luar gedung utama Gereja, yang dapat membantu umat untuk menyaksikan prosesi perayaan natal yang berlangsusng di dalam gedung utama Gereja.

ME-NATAL-KAN TEKNOLOGI  maksudnya kita menggunakan  hari Natal hanya untuk berteknologi-ria. Kita mengucapkan “Selamat Natal”menggunakan Facebook,Handphone,Yahoo, dll.
Memang hal tersebut tidak menjadi masalah, yang menjadi  masalah adalah ketika kita sudah tidak dapat mengontrol diri kita dalam hal penggunaan teknologi, yang  malah  membuat  kita lupa untuk mengucapkan “Selamat Natal” kepada orang di sekitar kita . Teknologi seperti Facebook,Handphone,Yahoo, dll. memang akan membuatorang yang jauh terasa dekat tetapi ketika kita sudah terlalu over berteklonogi - ria kita akan menjauhkan orang di dekat kita.

Dari ulasan di atas, teknologi memang di perlukan dalam perayaanNatal. Tetapi dalam penggunaan teknologi, baik di hari Natal maupun di hari biasa, jangan sampai kita melupakan orang yang berada di sekitar kita.
 
Untuk menutup artikel ini saya ucapkan

"SELAMAT NATAL"

Jumat, 16 Desember 2011

"MAAF" , mudah dikatakan, sulit diungkapkan

"MAAF", kata yang sudah biasa kita dengar, dan mungkin sering kita katakan, tapi apakah kata "MAAF" ini sering kita ungkapkan,
dan apa bedanya mengatakan dengan mengungkapkan ?

melalui artikal kali ini saya akan menyampaikan Gagasan Kecil-ku tentang pengataan dan pengungkapan kata "MAAF"

Sejak kecil, kita sudah di biasakan mengatakan kata "maaf"  ketika kita salah. Tapi apakah dengan mengatakan kata tersebut secara otomatis kita mengungkapkan permintaan maaf kita , atau hanya sekedar perkataan yang tidak memiliki arti apa-apa ?

Sebelumnya saya akan menyampaikan perbedaan antara mengungkapkan dan mengatakan.
mungkin para pembaca sekalian sejak tadi bingung dengan perbedaan kedua kata ini.
menurut KBBI(kamus besar bahasa Indonesia ),
meng·ung·kap·kan v 1 melahirkan perasaan hati (dng perkataan, air muka, gerak-gerik)
sedangkan
me·nga·ta·kan v 1 menyebutkan; menuturkan.

 Dari kedua pengertian di atas, dapat di simpulkan bahwa mengungkapkan tidaklah sama dengan mengatakan. Dan dalam menyampaikan kata maaf sebaiknya kita menggunakan "metode" mengungkapkan, karena dengan mengungkapkan, permintaan maaf tersebut tulus keluar dari hati yang paling dalam, sedangkan jika kita menggunakan 'metode" mengatakan, maka kata maaf itu hanyalah sebatas dari mulut dan tidak keluar dari hati kita.

Jadi, teman-teman mau menggunakan "metode' yang mana ??
Sekian dulu artikel singkat saya yang semoga dapat mengispirasi teman-teman sekalian untuk menggunakan 'metode" terbaik dalam menyampaikan MAAF.