Sabtu, 27 Oktober 2012

Biarlah Rindu Ini

Malam ini...
tak ada getaran dari hapeku..
tak ada getaran dari hatiku..
ketika ku jauh darimu...


Kupandang atap tak berujung diatas sana...
melihat.. suatu yang pasti kamu lihat..
bulan...

kuberjalan menyusuri liku jalan hidup ini..
kurasanakan sesuatu yang pasti kau rasakan disana..
angin...

biarlah semuaa rindu ini meluap..
biarlah hati ini meronta...
biarlah jiwa ini berteriak..
biarkan semua terjadi..

biar bulan dan angin mendengar kerinduanku..
dan biarkan bulan dan angin yang menyampaikannya padamu...

Selasa, 23 Oktober 2012

Culture


When we talk about culture, absolutely we have known that Indonesia has so many culture. May be because that is to many or it less attention, there’s many culture isn’t know by Indonesian’s teenagers.

We are Indonesian, so we have to know and care to own culture.For example, when malaysia claim our culture,batik. It made Indonesian people mad, and when UNESCO decided batik as a world heritage of Indonesia, Indonesian people are so happy. But we have to look out ourselves, have we care to our culture? Have we care to batik before malaysia claim it ??

When we talk about conservation of culture, actually that is our duty. But it sometimes forgotten by indonesian’s  teenager, include me.And there’s one culture, that can be conserved but now it have been faded. The culture is help others and greet others, that’s easiest culture for us to do.
So lets do it together !!

For closing, You have to believe that it isn’t a coincidence, you being born in Indonesia, a land so rich in culture., cause that is our destiny to conserve  it and introduce it to the world.

Minggu, 07 Oktober 2012

Karena Ku Ingat Dirimu

Angin bernafaskan rindu
Membuat terjaga dari tidur lelapku
Bukan karna indahnya bintang itu
Bukan karna cantiknya bulan itu
Tapi..
karna ku teringat yang lebih dari semua itu..

Karna aku teringat akan dirimu..
Kauu..
Yang telah mengisi hariku..
Yang telah menghias hidupku..

Karna ku ingat dirimu...
Ku ingat cantik paras mu..
dan ..
Indah tatap matamu..
Saat awal kita bertemu

Sabtu, 06 Oktober 2012

Lantang itu harus Nyata...

Berteriakk..
Merontaa...
Memberontakk........

 Point pertama :
PERCUMA !

ya hanya satu kata.. percuma !
Percuma kalau semua itu hanya di lakukan di dalam hati, hanya dilakukan dengan nge-tweet tidak jelas di twitter.. atau pun marah-marah di Facebook atas sebuah situasi. Situasi yang tidak kondusif.

 Hidup di sebuah situasi yang tidak kondusif, tentunya sangat tidak diinginkan setiap orang, termasuk saya.


Situasi.. tetaplah sebuah situasi..
namun.. tidak selamanya..
Situasi...adalah sebuah ilusi...
JIKAA..
Kita berani mengubah situasi itu.

Beranii..
 ya.. beranii... untuk lantang...
namun...
tidak hanya lantang.... tapi juga perlu aksi nyata..


Percumaa..
jika anda lantang.. namun hanya nge tweet gg jelas di twitter...
Percuma... 
jika anda lantang.. namun hanya marah-marah gg jelas di fb..
 Percuma... 
jika malam hari anda menulis hal jelek tentang seseorang.. namun ketika pagi hari bertemu dia.. anda menjadi orang yang akrab bagi dia...

Percuma...
 tungguu.. saya ralat .. bukan hanya percuma tapi juga MENGANGGU !

 Point kedua :
Lantang  itu harus Nyata.. 
Nyata itu harus  lantang...

Samapaikan pendapat anda pada orang lain atau pada lingkungan anda.
Tapi ingat dalam lantang pun.. tetap ada etikanya....
Perhatikan lingkungan sekitar anda..
apa yang dibutuhkan oleh sekitar anda dan yang dibutuhkan bersama
HARUSLAH MENJADI PRIORITAS 
Jangan egois..

Point ketiga : 
Lantang, Nyata, dan Tidak Egois....

Sampaikan pendapat tanpa emosi...
Sampaikan pendapat tanpa memaksa..
Sampaikan pendapat dengan perbuatan..
Sampaikan pendapat dengan aksi...

Lantang itu Harus Nyata.

Jumat, 05 Oktober 2012

Mulanya Biasa Saja

Pagi itu, suasana kelasku tak seperti biasanya. Tersiar isu, bahwa kelasku akan mendapat seorang "warga baru, hal inilah yang menyebabkan kelasku "bersaing" dengan pasar yang letaknya tepat di sebelah sekolahku.
Tiba-tiba, Pak Joko, wali kelas kami, masuk dan seketika juga suasana kelas menjadi hening.. sehening malam ituu... ketika ku merindukan dirimu.. ehh.. maap..mapp... mari kembali ke alurr..

Beliau masuk bersama seorang siswi yang wajah nya... emmm... dengan kata apa aku harus menggambarkannya... jika hanya dengan kata cantik.. aku rasa dia lebih dari itu... ee.. yy sudahlah.. kita lanjut saja ke cerita.

Dengan hadirnya siswi itu.. terungkaplah semua kebenaran dari isu yang telah tersebar dan membuat gempar seisi kelas kurang lebih selama 15 menit... okee ini terlalu lebay

"Anak-anak.., kelas kita mendapat seorang teman baru... ", suara Pak Joko yang memecah keheningan kelas, Pak Joko pun mempersilakan siswi itu memperkenalkan diri pada seisi kelas.
" Haii... namaku Nita.. aku pindah dari Surabaya.. karena ngikut papahku yang ditugaskan di Semarang.. "
Ya..,  dia bernama Nita, seorang siswi pindahan dari Surabaya.
"Nita.. silahkan duduk  disebelah EL.. "
Jleebb... perkataan Pak Joko.. terasa seperti pukulan telak di dadaku..

Aku termasuk orang yang sangat sulit untuk berkenalan dengan orang yang kutemui... apalagi yang baru aku temui sekitar 3 menit yang lalu.
Hufftt.. ya sudahlahh.. aku coba beradaptasi ajalah...

Nita pun berjalan ke arahku.. dengan menebar senyum nya yang manis ke seluruh penjuru kelas dan rambut nya yang terurai layaknya model-model dalam videoklip band papan atas.

 "Haii.." sapa ku singkat...
"Haii juga..." Jawabnya dengan suara lembutnya dan senyum manisnya ..
Cantik, manis, dan suara yang menenangkan hati... tapi tidak ada "rasa" lain pada awal pertemuan kami ini dan beberapa hari selanjutnya... ya.. pada awal dan beberapa hari selanjutnya..

Satu bulan berlalu sejak hadir nya Nita di kelas kami, dan hari itu terjadi pemilihan wakil kelas dalam lomba estafet kelereng. jadi.. setiap kelas wajib mengirim 1 pasang wakilnya dalam lomba estafet kelereng ini...., dan entah dengan dasar apa..  aku dan Nita terpilih mewakili kelas.

Pada jam istirahat, aku bertanya pada Ahmad.. seorang sahabat karibku..
" Woii.. kok pada milih aku ma Nita napa sihh.." tanya ku dengan sedikit emosi...
"Sudahlahh broo.... kau sama Nita itu memang cocok.. ap ituu yang bahasa di tivi.tivi tu loo kemistrii nya.. tu lo.. KEMISTRINYAA..kalian udah dapeett..tuhh kemisttrriii.." jawabnya sambil jalan meninggalkanku bersama mangkok soto yang telah kosong dimeja kantin.
"Wooii.. malah pergii... heii broooo tunggguuuu...." jawabkuu sambil berlari mengejarnya.

Okee.. aku mewakili kelas dalam lomba estafet kelereng... hhmmm mungkin kurang elit yahh... tapi yy sudahlah aku terima tugas mulia ini.

Hari Lomba Estafet kelereng pun datang... yaa.. aku siap untuk hari ini, hari yang telah mengubah 360 derajat perasaan ku pada Nita.
Setelah melakukan pemanasan yang cukup dengan  lari keliling lapangan tenis meja  sebanyak 77 putaran aku siapp menghadapi lomba ini.

Karena setiap kelas mengirim satu pasang wakilnya.. maka total ada sekitar 10 pasang yang siap bertempur demi membela harkat dan martabat kelasnya hari ini.. okee ini alay jugakk 
Priittt.... suara peluit ditiuppp... yahh agag kaget jugakk sihh.. karena yang wasitnya ada disampingku persis... oke tapi sebagai pejuang aku harus siap menghadapi segala macam situasi dan gangguan. Nita mulai mengoper kelerengnya ke sendok yang ada dimulutku..

Ya.. estafet ini agag beda dengan biasanya.. dimana sendok yang digunakan untuk mengoper kelereng tidak dipegan melainkan digigit... Setelah mengoper kelereng Nita berlari kebelakangku, dan bersiap menerima kelereng dariku..  dan berhasil aku oper dengan baik..
1 meter..
2 meter..
3 meter..

Upss... pada operan di jarak sekitar 3,5 meter.. konsentrasiku buyar.. bukan karena riuhnya sorakan penonton, tapi karena Tuhan barusan membuka mataku sehingga aku dapat melihat bidadari yang ada dihadapnku dan bersiap menerima kelereng dari ku, dan lebih parah lagi.. selama ini bidadari itu duduk disebelahku. !!
 Tuhaan.. kenapa baru sekarang kau buka mataku ini...

Melihat parasnya yang tidak dapat digambarkan dengan kata... buyar sudah konsentrasi untuk menjaga kelereng tetap seimbang dann.... jatuhlah kelereng itu... kami pun harus mengulang dari jarak 1 meter lagi. Sementara itu, pasangan lain juga banyak yang mengulang dari awal karena kelerengnya jatuh. Pada awal operan.. konsentrasiku buyar (lagi).. kali ini karena matanya yang memancarkan lebih dari semua kata indah yang pernah akubaca, serta rambutnya yang panjang dan terurai bebas dan tertiup angin semakin menambah buyarnya konsentrasiku dan kelereng pun jatuh lagi...

Aku mersa bersalah, dan aku berusaha untuk tidak menatap wajahnya kali ini, karena kami sudah mengetahui teknik yang benar dalam pengoperan kelereng ini jadi kami dapat bergerak cepat.. tunggu bukan hanya cepat.. tapi sangat cepat... dan tak disangka kami mendapat Juara 2.
Ya tidak buruklah.. tapi cukup memuaskan apalagi dapat memandangi wajahnya.. hehehe

Sejak saat itu, ku ubah sikapku ke dia. Aku lebih memperhatikan dirinya lebih dari saat awal kami bertemu. Entah.. apa yang merasuk dalam tubuhku ini sehingga aku sangat perhatian pada Nita. Semenjak kemengan pada lomba itu, kami semakin akrab dan semakin dekat.. hingga tumbuhlah benih cintaa dia hati kami.. ...tunggu aku ralat... hingga tumbuhlah benih cinta di hati ku.
 Namun, aku tidak tahu.. apakah Tuhan tidak menciptakan diriku dengan keberanian seorang satria.. atau aku yang belum dapat menemukan keberanian itu... Aku pendam rasa itu dalam hati, yaa jauh didasar hatiku.. disana.. ditempat terdalam sehingga tak seorang pun dapat memindahkannya dari sana.

Kami selalu menghabiskan waktu bersama. kami pergi ke kantin berdua, ke Perpus berdua, dan hanya ke kamar mandi yang tidak berdua.. hehehehe.. Selama pelajaran di kelaspun tak jarang aku mencuri pandang ke Nita.
Benih cinta itu pun terus tumbuh.. menjadi tunas... menjadi pohon cinta kecil ... dan terus berkembang menjadi Pohon Cinta yang besar dan tersu mendesak keluar dari hatiku.. namun kembali aku tidak memilik keberanian untuk mengungkapkan semua itu.., hingga hari kelam itupun datang. Pohon Cinta dalam hati ini tiba-tiba menjadi layu...mendengar kabar, bahwa Nita akan kembali ke kota asalnya karena tugas Papahnya telah usai di Semarang.
Ya.. Nita akan kembali ke Surabaya.

Waktu-waktu terakhir bersama nya aku manfaat kan sebaik mungkin... aku selalu ingin dekatnya di saat-saat terakhir ini. Mungkin dia tidak tahu dan tidak akan pernah tahu bahwa hati yang telah menjadi pot tempat tumbuhnya Pohon Cinta itu telah hancur.... Dan Pohon Itu kini kian layu..

3 jam sebelum kami berpisah.., aku datang kerumahnya untuk membantu keluarganya bersiap-siap. Lalu aku menghantarnya ke bandara. 2 jam sebelum pemberangkatan... dan waktupun terus berjalan... tanpa satu kata pun yang terucap dari bibirku.. karena memang aku tidak memilik kekuatan untuk mengucapkannya.. kesedihan ini telah menyerap seluruh kekuatanku.
1 jam sebelum pemberangkatan.. waktu serasa mengalir begitu cepat dan tak bersahabat dengan ku. Dan waktu check in pun tiba..
Sebelum check in, keluarganya berterima kasih pada ku karena telah mau mengantar.. aku hanya membalas dengan senyuman. Dan ketika orang tua Nita telah berbalik dan  berjalan menjauhi ku, Nita berdiri dihapanku... kutatap matanya yang seperti kristal nan begitu indah... kutatap matanya dan kulihat ada linangan air mata disana.. dan ia pun meneteskan air mata itu..

"  Terima kasih EL...." kata terakhir darinya dengan suara lirih nan lembut...
ia pun berbalik dan menyusul orang tua nya. Seketika itu juga, terlintas semu bayangan kebersamaan kami.. mulai dari awal kami bertemu, saat perlombaan, dan saat-satt kebersamaan kita. Terasa begitu nyata dan terasa begitu menyakitkan....
Fisik ini memang tidak menangisi kepergiannya.. namun hati ini berteriak, meronta.., dan menangis menolak kepergian seorang yang telah mengisi hati yang hampa ini..

Yahh... mulanya biasa saja.. dan semuanya akan kembali biasa saja.. semenjak kepergiannya.

Selamat jalan Nita !




 Elfrize 4th Anniversary.