Sabtu, 07 Juli 2018

Presidential Threshold, perlu gak sih ?

Lagi-lagi Presidential Threshold (PT) digugat ke MK. PT sebesar 20% yang menjadi salah satu syarat untuk maju dalam pemilihan presiden, dianggap membatasi hak politik warga negara. Tapi, sebenernya kita perlu gak sih PT itu sendiri.

Menurut aku pribadi, PT diperlukan sebagai seleksi awal, dengan adanya PT, partai yang berkoalisi tentu tidak akan sembarangan mengajukan  calon, perlu seleksi internal dalam partai politik yang berkoalisi. Sehingga calon yang maju dalam pemilu sudah lebih dahulu terseleksi pada tingkatan partai koalisi sebelum maju ke tingkat nasional, dan tentunya merupakan orang yang dianggap paling kompeten serta dari segi  popularitas dan elektabilitas terbaik dalam koalisi tersebut.
Mengenai pembatasan hak politik, aku rasa tidak, karena setiap orang tetap dapat mengajukan diri sebagai calon presiden melalui kendaraan-kendaraan politik, yaitu partai politik. Namun, tentu tetap  harus mengikuti seleksi melalui konvensi dalam partai politik itu sendiri.

sumber :detik news
Bila PT kemudian dihilangkan tentu akan membuka peluang ada banyak pasangan calon dalam kontestasi pemilu. Memang, dalam demokrasi, semakin banyak alternatif pilihan lebih baik, namun aku pribadi memandang bila terlalu banyak pasangan calon juga akan memakan banyak biaya dalam pelaksanaan rangkaian pemilihan umum presiden. Lagipula, bila ktia melihat kondisi politik di Indonesia saat ini, dengan ada PT pun masih ada kemungkinan munculnya poros ketiga, sehingga ada 3 pasang calon. Namun semua kembali lagi kepada perhitungan dan kepentingan politik  dari partai-partai yang belum menentukan koalisinya.

#2019GantiPresiden

Melihat lebih jauh dari cita-cita mengganti presiden, bila PT dihilangkan dan muncul banyak calon menurutku akan lebih sulit mewujudkan cita-cita tersebut. Karena dengan banyaknya pasangan calon, maka suara akan semakin terpecah. Sementara itu, pada pihak petahana, telah memiliki dukungan dari banyak partai politik yang bisa jadi pendongkrak suara (walaupun ada kemungkinan bila PT dihapuskan, beberapa parpol dapat memutuskan keluar dari koalisi dan mengajukan capres sendiri). Disamping itu, petahana masih memiliki elektabilitas cukup tinggi (46% Survei LSI Per Mei 2018). Meskipun ada beberpaa pihak yang berpendapat elektabilitas Jokowi mulai goyah. Sehingga apa bila pihak-pihak yang memiliki cita-cita #2019GantiPresiden berkoalisi  memunculkan satu nama penantang Jokowi, kemungkinan suara akan terakumulasi dan  cukup merepotkan bagi pihak petahana. 

Namun, kembali lagi dalam dunia politik smeua kemungkinan dapat terjadi menurut kepentingan masing-masing aktor =aktor politik. Mungkin cukup sekian dulu opiniku mengenai Presidential Threshold, kalau menurut kamu gimana nih, perlu gak sih Presidential Threshold ?

Yuk diskusi di kolom komentar...

Rabu, 30 April 2014

Malam Budaya 2014 SMA Kolese Loyola :The Story of Compassion Must Begin

Seni, sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Seni juga bisa disebut sebagai anugerah dari Tuhan untuk melengkapi kehidupan ini. Mengingat akan pentingnya arti seni dalam kehidupan dan untuk menuangkan nilai yang ada dalam penggalan lirik Mars (cinta ilmu, olahraga, seni dan budaya) maka SMA Kolese Loyola mengadakan "Malam Budaya."

Malam Budaya sendiri merupakan even rutin SMA Kolese Loyola ( LC ) tiap 2 tahun sekali.  Dalam Malam Budaya, pengisi acara, yang tidak lain adalah siswa-siswi LC, akan mengkolaborasikan antara seni tari, seni musik, dan seni drama dalam satu panggung.

Setelah sukses dengan Malam Budaya 2012, yang bertajuk "The Sound Of Music", tahun ini LC kembali akan mengadakan malam budaya.
Di tahun 2014 ini, tema yang diangkat adalah " The Story of Compassion Must Begin"  dan mengambil basic dari sebuah film yang berjudul "Les Miserables"

Sedikit ulasan mengenai film yang menjadi basic dari opera ini. 

"Les Miserables" berlatar sejarah revolusi Perancis. Film ini bercerita mengenai seorang narapidana, bernama Jean Valjean yang dihukum karena mencuri sepotong roti. Setelah ia bebas, ia mendapat penolakan dari masyarakat karena masa lalunya. Hingga tibalah dia di suatu biara, dimana ia bertemu dengan seorang Uskup yang memberinya kesempatan dan kepercayaan untuk tinggal. Namun, ia menodai kepercayaan itu dengan mencuri beberapa barang perak yang ada di biara itu. Singkat cerita, ia tertangkap oleh polisi saat hendak meninggalkan tempat itu, Jean Valjean berdalih ia mendapatkan barang itu sebagai pemberian dari Uskup. Untuk memastikannya, ia dibawa kembali ke Uskup. Dan dengan mengejutkan sang uskup membenarkan yang dikatakan Jean Valjean, sehingga ia bebas dari hukuman. Hal inillah yang menjadi titik balik Jean Valjean menjadi pribadi baru. Comppasion (kepedulian) mulai tumbuh dalam diri Jean Valjean, hingga akhirnya ia mampu menjadi orang kaya dan walikota di suatu kota kecil.

Cerita tidak selesai sampai disitu. Problem, dilema, dan perjuangan muncul seiring dengan munculnya tokoh-tokoh lain. mulai dari munculnya kembali tokoh Javert, lalu ada Fantine, wanita yang dipecat dari tempat kerjanya, hingga Cossete, anak dari Fantine dan pemuda Revolusioner Perancis.

Selain bercerita mengenai perubahan pribadi Jean Valjean dan tumbuhnya compassion dalam dirinya, kisah ini juga dibumbu cerita cinta antara Cossete dengan seorang pemuda pejuang revolusi..

Trailer http://www.youtube.com/watch?v=YmvHzCLP6ug 


Semua cerita dalam film tersebut akan ditampilkan kembali oleh siswa-siswi SMA Kolese Loyola, tentunya dengan spektakuler. Icon Seni dari LC juga akan tampil dalam acara malam budaya ini, yaitu Gamelan Soepra.
Gelora Seni akan betul-betul terasa dalam Malam Budaya 2014 ini.

Kapan dan Dimana

Opera atau Malam Budaya 2014 ini, akan dilaksanakan

Sabtu,10 Mei 2014 
18.00 - 21.30 
di Grand Ballroom, Hotel Horison, Simpang Lima Semarang.

Harga tiket :
-Platinum: Rp 200.000
-Gold  : Rp 100.000
-Silver  : Rp 50.000
-Festival : Rp 40.000 

Jadilah bagian dalam Gelora Seni di Malam Budaya 2014.

Info dan Pemesanan, hubungi: 
- Anton 081741270421- 
 - Joko 081325732500-
 - Fanny 089688687476-

 Web terkait : http://www.loyola-smg.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=605%3Amalbud&catid=36%3Aevents&Itemid=18&lang=id 


Malam Budaya 2014 
 Dari Loyola, Oleh Loyola, Untuk Dunia 


 -AMDG-

Selasa, 24 Desember 2013

KALAU TUHAN ADA DUA....

Okay...
Pertama hal yang saya sampaikan adalah Saya Seorang Katolik.
Bukan bermaksud SARA..
apalagi kritenisasi,
tapi hal itu yang perlu anda tahu sebelum membaca artikel singkat ini.

Oyaa... bukan sombong sih.. tapi pembaca artikel ini harus orang yang cerdas ! cerdas
pikiran dan nuraninya..
Terbuka dengan perbedaan...
Gag kolot... buka pandangan luas..
dan yang penting mau menciptakan perdamaian antar umat beragama... untuk Indonesia yang lebih majuuuuu...
 yeeaaaahhhhh *tos satu"*

Sebenernya saya mau share ajah pengalaman saya hidup dalam perbedaan.
Seperti yang saya katakan di atas, saya adalah orang Katolik, iman saya adalah Tuhan Yesus. Saya mengimani Katolik bukan hanya dari Kitab Suci Alkitab dan 'fatwa' dari Vatikan.
Tapii.. langsung secara pribadi mengalami cinta dari Tuhan.

Walau seorang Katolik, saya hidup di lingkungan Muslim.
Tetangga saya, banyak yang beragama Islam.
Ayah saya memiliki banyak teman beragma islam.
Sodara ada yang beragama islam.

Di sekolah saya yang memang sekolah katolik, saya tetap mempunyai teman beragama Budha, Hindu, Islam... bahkan dilingkungan, saya memiliki seorang sahabat seorang Agnostic.

Hidup dilingkungan dengan banyak perbedaan bukan berarti saya menjadi was-was akan perselisihan yang terjadi. Justru saya merasa sangat nyaman... Indonesianyaaa tuu lohhh kerasaa beeuuutttt...
Wakakaakak..

Kalau di tetangga.. pas lebaran..salam-salaman, muter kampung, daaaaannnnn... sering dapet Opor.. \m/ nikmat beut tuhh...
Kalau natal..dpt ucapan.. salam-salaman....pasang pohon nataaalll...daaaannnnnnnn banyaaakkk diskonn... WOOOHHOOOO aseekkk kaaannn...
dan kayaknya diskonnya gag ada syarat yang berbunyi "Yang menikmati diskon adalah orang-orang nasrani" ya too...?? walakakakaka..
jadi agak gag logis kalo diskon natal di bilang kristenisasi wakakak

Ama temen-temen, saya sering ngobrol-ngobrol tentang perbedaan kita... perbedaan keyakinan kita.. perlu diperjelas lagi?? PERBEDAAN AGAMA KITA.
Ya, kami saling ngobrol.. dan tahu gag.. bukan perselisihan yang muncul..tapi kami justru saling bisa lebih memahami perbedaan diantara kita... kami saling mengertii...
dan kita gag saling gebuk-gebukan tuh..
gag ada yang protes tentang ajaran agama satu sam lain tuh..
gag ada yang saling menyalahkan tuhh...
Ini bukti bahwa Generasi Muda Indonesia... memiliki pemikiran terbuka untuk emmahami dan menerima perbedaan.. Aminn...

Oyaa... ada lagi..
nihh gue salut ma temen-temen gue yang agama nya Islam.
Walau sekolah di sekolah katolik, bukan berarti jadi alasan mereka buat gag puasa di bulan ramadhan.
Gilaaa dehh pkoknyaa mereka ituu kerenn... Iman nya bung.. tak perlu diragukan lagi..

Di sekolah katolik, mereka puasa, gak makan-gak minum... dan SATU HARI PENUH.
Kita sih sebagai temen, juga menghormati... kita gag makan atau minum di depan temen-temen saya yang sedang puasa inih.
Bahkan ada beberapa teman yang ikut puasa.. walau hanya hingga pulang sekolah.. untuk menghormati teman kita inih.. uhhh co cweeett :')

ada juga temen aku.. yang lagi puasa.. dan di sekolah sedang ada lomba..
walau lagi puasa.. dan panas-panas gituh..
temen gue ini tetep puasa full... kereeeeennnnn kannnnnn :D

Terus yang ramadhan kemarin, bertepatan sama MOS di sekolah baru... Padahal buat temen-temen yang lagi puasa, sekolah udah beri dispensasi buat gag ikut dinamika MOS secara full. Tapi temen-temen gue ini , tetep semangatt... gag nyerahhh... tetep Puasa.. dan Tetep ikut MOS secara full..
tepuk tangan dah buat mereka
*tepuk tangant* plokk..plokk..plokkk

Pokoknya mereka itu hebat... walau ada bahkan banyak melihat temennya makan atau minum.. mereka gak tergoda sama sekali buat batal puasa... hebatt dehhhh!!!! (y)
Jadi agak gak logis gitu ada laskar yang waktu bulan puasa masuk ke warteg sambil bawa pentungan terus gebug-gebug gituh... Alesannya gag logis lagi... katanya ganggu yang lagi puasa..

Aduuhh... maluu dongg ma anak ABG tmen-tmen ku inihh.. masak ngaku laskar.. tapi imannya kalah kuat ma ABG hahahah..
*tepuk tangan lagi buat temen-temen kuh*

terus gimana tentang KRISTENISASI & ISLAMISASI ???

Masalah klasik sih...
Sebenernya sama-sama menjalankan tugas untuk menyebarkan agama... sama-sama berdakwah sihh.. cuman agama yang disebarin beda.
SIKAP??
yaa keep calm ajah... biasa ajahhh broo... kalau iman kita kuat.. kita gag perlu takuuutt....
apalagi.. setiap individu kan bebas menentukan pilihan buat memeluk agama apa.

Kadang masalah klasik inih..di jadikan masalah yaa...
yaaa mulai dari perang tweett di twitter.. hingga muncul kasus-kasus Intoleran.

Yahh.. biasanya itu mereka yang agak gag Cerdas.. atau mungkin memang gg cerdass...
Mungkin imannya dangkal..

beri makan orang kelaparan .... dibilang kristenisasi
dakwah di papua.. dibilang islamisasi..

Indomie lagi buka stan bazar di bilang kristenisasi #ehh...
haduhhh..

ayooo lahh...
kita ciptakan kerukunan..

SADARI, PAHAMI, DAN TERIMA BAHWA PERBEDAAN ITU ADA...!!

jangan di lawan.. jangan di tolak teruss...
kalau di tolak dan bahkan dihapuskan.. negara ktia akan hancurrrr....
karena memang dasar negara kita adalah ke bhinekaan

Setuju dengan @negativisme , saya lebih baik hidup dengan teman-teman atheis yang toleran.. dari pada dengan sesama theis yang intoleran.
saya juga setuju dengan tweet @negativisme, yang intinya.. bagaimana negara kita bisa maju...??? jikaa negara lain sudah debat masalah teknologi.. negara ktia masih debat tentang perbedaan agama..

MARI BERFIKIR BODOH

sayaa.. percaya bahwa Tuhan itu Satu.. agama itu jalan menuju Tuhan.
jadi seperti ada satu tujuan yagn sama yaitu Tuhan dan ada jalan yang banyak yaitu Agama..'
itu keyakinan saya pribadi.

Tapi, mari sekarang kita berfikir secara bodoh..
Sama-sama ktia tahu bagaimana dahsaytnya kekuatan Tuhan. Tuhan itu tidak perlu dibela.. Kekuatan Tuhan bisa mengalahkan apapun.
Anggap saja.. tuhan itu ada dua... bahkan ada banyak tuhan sesuai dengan banyaknya agama.
Dan tidak pernah tuh.. sampae sekarang ada pertengkaran antar tuhan.
Dan jika tuhannya aja gag saling tempur..gag saling tengkar..
kenapa umatnya yang saling berperang?

Kadang ada yang jawab..
"Lahh kita kan manusia.. bukan tuhan..."

lalu mereka yang suka bertempur itu sering berkata bahwa yang dilakukannya adalah untuk membela nama tuhan dan agama...

saya sering ketawa sihh denger jawaban ituuhhh... ahahah

pengenn njawabb ginihh dehh

"ehh lo... sadarkan kalo lo cuman manusia.. sadarkan lo bukan tuhan ?? nahhh jadi manusia aja sombong mau bela-belain tuhan... ngrasa lebih hebat dari tuhan lo?? "

HHAAHAHAAHAHAH

jadii...
poin pentingnyaa dalam berfikir bodoh tentang masalah ini adalah :


kalau tuhan ada banyak.. dan gag saling perang..
terus ngapain kalian umatnya saling perang?


Jumat, 23 Agustus 2013

DEWASA:

DALAM PERBEDAAN DAN KOMITMEN

NOTE : ARTIKEL INI DALAM MASA LOMBA MENULIS DARI @RASIBOOK "Untuk Indonesiaku"
*****

Aku gag bakal bahas tentang korupsi, tentang ekonomi, tentang narkoba atau apapun itu semua. Kenapa? Karena aku tidak menguasai tentang masalah itu, dan tidak semua orang menguasai masalah itu. Biarlah masalah itu di bahas oleh orang lain yang lebih tau.. sehingga ada keakuratan informasi.

Sebelum melanjutkan,
saya minta anda untuk memahami terlebih dahulu bahwa apa yang akan anda baca adalah PENDAPAT PRIBADI saya. Sehingga jika ditengah artikel ini anda merasa kurang berkenan saya saran kan untuk segera menutup halaman ini.

Emm... dari pada bahas hal yang tidak dikuasai, mending kita bahas hal yang sering saya jumpai, bahkan anda jumpai sehari-hari.

PERBEDAAN.
Indonesia negara plural, macam-macam agama yang ada, macam-macam suku yang ada, macam-macam kebudayaan yang ada. Udah dari lama kita hidup berdampingan... minimal 68 tahun lah. Duluu.. setiap agama, setiap suku bida hidup berdampingan dengan baik. Namun sekarang sadar atau tidak kita sering mempermaslaahkan perbedaan itu.

Mayoritas suatu wilayah menindas minoritasnya..
Minoritas mengadu pada penguasa..
Penguasa bingung bela siapa...

Kira-kira begitu yang terjadi. 

Setiap pertikaian dengan berlatar belakang perbedaan ini bisa menjadi masalah besar, meluas, bahkan bisa menjadi masalah nasional, dari hanya masalah di suatu wilayah.

Misalnya

Agama A menjadi minoritas di wilayah selatan dan Agama B menjadi mayoritas di situ.
Sementara di utara, Agama A yang menjadi mayoritasnya dan B menjadi minoritasnya.

Suatu hari di wilayah selatan,  Agama A terlibat suatu kesalah pahaman dengan agama B. Karena agama B mayoritas, maka agama B yang dibenarkan.
Sementara itu Agama A di wilayah utara, merasa saudara nya yang satu keyakinan mendapat hal tidak adli. Terjadilah penindasan pada minoritas di wilayahnya.

Begitu terus.. hingga bisa menyebar ke berbagai wilayah.
Memang.. mayoritas selalu menang... tapi mayoritas belum tentu benar.

***

Kristenisasi..Islamisasi... lalu apa lagi?
Isu-isu yang disebarkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan berbagai perselisihan
.
Bangsa Indonesia sudah 68 tahun merdeka ,seharusnya kita menjadi bangsa yang lebih dewasa dalam menyikapi hal-hal seperti itu, tidak mudah terpancing. Intinya, semua berawal dari Individu sendiri.

Jika anda seorang kristen atau katolik tidak perlu takut akan isu islamisasi, jika iman anda kuat.
Jika anda seorang muslim, tidak perlu takut pada isu kristenisasi, jika anda percaya iman anda kuat.

Tidak ada alasan untuk berselisih lagi karena isu-isu itu.

Selain tentang agama, ada perbedaan lagi yang cukup sensitif. SUKU.

Saya hidup ditengah lingkungan dengan berbagai macam suku, saya orang jawa.. tetangga saya ada yang orang batak, lingkungan saya banyak dari orang-orang chinese.. dan kami biasa saja. Menjalani hidup normal, saling mengenal, saling membantu, bahkan juga salin mempelajari budaya.

Sadari perbedaan itu ada... terima perbedaan itu.
Perbedaan bukan untuk disamarkan tapi untuk dihargai dan dihormati.

Suatu kisah Lucu.. ketika saya bertemu dengan orang-orang yang mereka berteriak tentang menghargai perbedaan tapi tidak pernah bertemu perbedaa itu, dan bahkan terkesan kaget ketika ketemu dengan perbedaan.
So, jangan cuman teriak-teriak, tapi sadari adanya perbedaan itu, HARGAI dan HORMATI.

Eemm.. mungkin ada satu lagi, yang ingin saya bahas. Tentang keberanian berkomitmen.
Contoh..

Ada sekelompok masa, yang di mana masa tersebut saking cinta nya dengan produk dalam negeri.. mengkampanyekan pemboikotan produk salah satu negara yang berinisial AS ( wakakakakakak XD).
Namun mereka tidak pada komitmen mereka sendiri... mereka meneriakan hal-hal itu di Social Media yang notabene juga produk orang AS.. Twitter.

Tidak ada pada hal itu, komitmen perlu kita jaga. Kita komitmen menjadi dokter, tolong jadi dokter yang bekerja sesuai kode etik dokter.
Jadi anggota DPR dengan komitmen sebagai wakil rakyat, tolong jangan hanya mewakili rakyat yang sudah kaya namun juga rakyat yang miskin.
Dan sebagai pelajar, komitmen untuk belajar keras, sehingga bisa lulus UN dan kelak menjadi pejabat yang bisa merapikan pelaksanaan UN bahkan bisa menghapuskan UN.. #nahhloh.

Intinya kita punya perjuangan sendiri-sendiri sebagai warga negara untuk memajukan Indonesia. Tinggal bagaimana kita menjaga komitmen perjuangan kita tersebut.
Mungkin sekian dulu lah pendapat pribadi saya. Saya ulang PENDAPAT PRIBADI SAYA. Sehingga anda memiliki hak untuk tidak setuju dan anda bisa menutup halaman ini sekarang. Selain itu untuk anda yang setuju silahkan klik “like”/”suka” XD.
Terima Kasih.

Rabu, 22 Agustus 2012

Kebun Binatang Semarang

Kebun Binatang Semarang, atau yang akrab disapa bonbin ini, menjadi tujuan banyak orang untuk berwisata selama libur lebaran, tidak terkecuali saya. Di pintu masuk saya disambut oleh panjangnya antrian pengunjung, suasana juga tak jauh berbeda di tempat parkir mobil yang juga telah penuh oleh mobil para pengunjung.

Saya tidak sendiri saat berkunjung ke  Kebun Binatang yang memiliki luas sekitar 9 hektar ini, saya datang ke tempat wisata ini bersama kedua orang tua saya dan kakak tercinta. Melihat antrean pengunjung diloket tiket cukup panjang, dan mengingat kami belum sarapan, maka kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di salah satu kios yang ada di luar area Kebun Binatang.
Diluar area wisata, terdapat banyak kios-kios yang menjajakan makanan, selain itu juga banyak kios yang menjual berbagai macam aksesoris serta mainan anak.

Untuk tiket masuk sendiri harganya terjangkau yaitu Rp7500  per orang.  Untuk para pengunjung tidak perlu bingung, karena begitu masuk kita akan langusng bertemu dengan papan petunjuk letak-letak kandang hewan.
Selain itu juga terdapat denah yang menunjukan letak berbagai kandang hewan yang menjadi koleksi dari kebun bintang ini.

Di setiap kandang hewan, dilengkapi dengan informasi mengenai hewan tersebut, seperti nama latin, spesies, dan juga asalnya. Sehingga dengan berkunjung ke kebun binatang inii, kita tidak hanya dapat melihat hewannya saja, namun juga dapat mempelajari sedikit informasi hewan-hewan tersebut.

Selain itu, untuk pengunjung yang ingin merasakan bagaimana berkendara dengan gajah, dapat menyalurkan rasa penasaran itu di sini, karena ada satu ekor gajah koleksi dari kebun binatang ini yang siap menggendong anda.

Untuk pengunjung yang merasa lelah dalam mengelilingi kebun binatang ini, ada dua kendaraan yang disediakan oleh pihak management, yaitu kereta mini dan dokar. Dengan dua kendaraan ini, anda dapat mengelilingi area wisata ini tanpa merasa lelah. Namun ada satu hal yang perlu mendapat perhatian dari pihak management, dimana sebaiknya  lajur untuk kedua kendaraan tersebut dipisahkan dengan lajur pengunjung, sehingga pengunjung tetap dapat berjalan dengan nyaman.

Dalam berwisata tentu kita ingin mengabadikannya dengan foto. Untuk para pengunjung yang tidak membawa kamera, jangan khawatir, karena disana telah siap beberapa fotografer dari pihak management  yang siap untuk memotreta anda dengan beberapa bintang seperti burung kakak tua, selain itu untuk anak-anak juga bisa berfoto dengan petugas yang berkostum tokoh-tokoh kartun.
Foto anda bisa langsung jadi, untuk tarifnya akan disesuaikan dengan ukuran. Untuk ukuran kecil harganya  Rp10.000 , untuk ukuran besar harganya Rp20.000. Anda juga tidak usah khawatir, karena dalam foto anda akan dicantumkan nama kebun bintang beserta dengan tanggal anda berkunjung ke tempat tersebut. Khusus untuk foto ukuran besar, anda dapat menambahkan nama  anda di dalam foto tersebut.


Selain menampilkan berbagai macam bintang,  didalam juga terdapat beberapa wahana permainan anak, seperti sepeda air. Selain itu juga terdapat beberapa stand dari berbagai produk. Dan untuk pengunjung yang ingin keluar dari area wisata namun hanya untuk sementara, dapat meminta izin pada petugas yang berjaga di pintu keluar.
 Dengan mendapat izin, anda akan diperbolehkan masuk kembali ke area wisata, tanpa harus membeli tiket lagi, tapi ingat.. jika HANYA UNTUK SEMENTARA KELUAR.

 Sekian sediikit cerita tentang Kebun Binatang Semarang, untuk pengalaman yang lebih seru silakan langsung berkunjung ke Kebun Binatang ini yang terletak di  Jl. Walisongo KM 16, tepat berseberang Terminal Mangkang.

Selasa, 31 Juli 2012

Zat Aditif pada Makanan

Teman-teman pasti suka jajan kan ?? Sebaiknya kita berhati-hatidalam memilih makanan yang akan kita beli. 
Saat ini, banyak makanan yang ada dipasaran mengadung zat aditif.  Mungkin teman-teman belum mengetahui apa itu zat aditif makanan. Zat Aditif makanan adalah zat kimia yang sengaja ditambahkan pada tanaman untuk meningkatkan kualitas makanan.

Kualitas Makanan
Lalu apa sih yang menjadi indikator kualitas makanan ?? Yang menjadi indikator kualitas makanan adalah nilai-nilai sensori pada makanan tersebut, seperti rasa, warna, dan juga keawetan makanan. Dengan banyak kebutuhan untuk meningkatkan kualitas makanan, maka muncul pula banyak bahan-bahan aditif makanan, seperti  pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa. Yukk kita bahas satu-satu...

Pewarna
Ketika dihadapkan dengan dua makanan, yang satu memiliki warna mencolok dan yang lain warnanya pudar, saya berani menjamin teman-teman akan memilih makanan dengan warna mencolok. Pewarna sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu yang alami dan buatan. Pewarna alami biasanya berasal dari tumbuhan, contohnya  daun suji untuk warna hijau, kunyit untuk warna kuning, dan masih banyak lagi. Sementara contoh pemanis buatan antara lain, violet gb untuk warna ungu, sunset yellow untuk warna kuning dan yang lain-lain.
Namun ada beberapa produsen yang hanya memikirkan keuntungan, maka mereka menggunakan pewarna tekstil. Ciri-ciri makanan yang menggunakan pewarna tekstil sendiri ialah warna nya terlalu mencolok, akibat dari pewarna tekstil pun tidak main-main lhooo.. KANKER !!!!

Pemanis
Sama seperti pewarna, pemanis juga ada dua jenis, contoh pemanis alami seperti gula, madu, gula aren, dan lain-lain. Untuk pemanis buatan ada beberapa jenis menurut tingkat kemanisannya,Yng tertinggi ialah aspartam yang memiliki kemanisan 160 x gula, dan yang terendah ialah siklamat yang memiliki kemanisan 50 x gula. Pemanis buatan jika dikonsumsi dalam dosis berlebih juga sangat berbahaya, salah satu indikator bahwa makanan telah mengandung pemanis berlebih adalah rasa perih di kerongkongan kita ketika menelan makanan atau minuman tersebut. Jadi teman-teman harus berhati-hati ya... jangan hanya memilih makanan dari rasa manisnya saja, tapi juga diperhatikan kandungan pemanisnya. Kalau cari yang manis-manis cukup melihat wajah saya saja.. hehehehehe.

Pengawet
Dari namanya tentunya kita sudah tahu bahwa bahan ini berguna untuk pengawetan makanan. Ada berbagai macam teknik pengawetan seperti, pengasaman menggunakan cuka, dehidrasi, membuat manisan dan asinan, dan masih banyak lainnya. Teknik pengawetan yang terbaru sangat menguntungkan karena tidak mengurangi nilai gizi serta mematikan bakteri patogen, teknik ini bernama pasteurisasi.

Penyedap
untuk penyedap makanan yang alami umumnya berasal dari rempah-rempah seperti, kayu manis, cegnkeh, bawang putih, dan lain-lain. Sementara untuk penyedap buatan pastinya sudah sering kita jumpai dalam keseharian, salah satunya adalah Mononatrium Glutamat, atau yang kita kenal dengan sebutan MSG. Penyedap ini dapat menyebabkan penyakit yang disebut Chinese Restaurant Syndrom 

Itulah sedikit informasi untuk kita semua. Dengan mengetahui adanya zat aditif makanan, bukan berarti kita tidak boleh mengkonsumsi makanan yang di jual di pasaran, tapi hendaknya kita lebih bijak untuk memilih makanan yang akan kiita beli.

Rabu, 27 Juni 2012

Bahasa Indonesia : Terasing Di Rumah Sendiri

Bahasa Indonesia, sebuah bahasa nasional yang sangat penting bagi Indonesia. Sebagai bangsa yang heterogen, bahasa nasional menjadi salah satu alat pemersatu.
Namun, yang terjadi sekarang ialah, bahasa nasional kita bagaikan terasing di rumahnya sendiri

Terasing ????
Ya, Bahasa Indonesia telah terasing di rumahnya sendiri, di negara kita Indonesia.
Terasing, dalam KBBI kata tersebut diartikan sebagai terpencil dan terpisah dari yang lain, dalam konteks ini kita menggunakan pengertian yang pertama.
Bahasa Indonesia, yang notabene adalah bahasa nasional di Indonesia, mulai terpencil dikalangan generasi muda Indonesia.

Generasi muda yang umumnya adalah pelajar, kadang merasa kesulitan menerapkan Bahasa Indonesia secara teori. Bahasa Indonesia telah dipandang sebagai suatu hal yang sulit karena membutuhkan pemahaman tinggi.
Stigma yang ada pada Bahasa Indonesia, telah membuat bahasa nasional kita itu seolah-olah sesulit atau bahkan lebih sulit dari bahasa asing yang kita pelajari, seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Hal ini menimbulkan pengucilan tersendiri bagi bahasa nasional kita.

Semua Berawal Dari Kebiasaan.... 
Sebenarnya Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah untuk dipahami serta diterapkan. Jika secara logika, sebagai orang Indonesia seharusnya kita dapat menguasai Bahasa Indonesia dalam teori maupun praktek dengan baik, karena setiap hari kita bertemu serta berinteraksi dengan Bahasa Indonesia.
Lalu, apa yang dapat dijadikan salah satu "tersangka" dalam kasus ini ???
Jawabannya hanya satu, yaitu KEBIASAAN.

Banyak kebiasaan, yang dapat mempengaruhi pandangan seseorang terhadap suatu hal, dalam konteks ini Bahasa Indonesia. Pandangan sulit kepada bahasa nasional kita, sebenarnya diawali dengan sebuah kebiasaan sepele. Kebiasaan menulis s3P3rt1 In1 atau yang sering disebut dengan bahasa 4l4y.
Kebiasaan ini telah membuat orang lupa untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Baik dan Benar
Mari kita pahami maksud dari kata tersebut masing-masing.
Baik, yang dimaksud baik ialah, penggunaan bahasa sesuai dengan situasi pembicaraan. Semisal, ketika berbicara dengan lawan bicara yang lebih tua, pasti tata bahasa berbeda dengan saat berbicara dengan teman sebaya.saat bicara. Atau, ketika kita sedang berbicara dalam acara formal ataupun semi formal, pasti tata bahasanya berbeda dengan saat kita berbicara dalam kehidupan biasa.
Sedangkan yang dimaksud benar ialah , penerapan dengan menggunakan tanda baca serta sesuai dengan aturan-aturan yang ada di EYD.

Seringkali, kedua hal ini dilupakan oleh masyarakat Indonesia khususnya kalangan muda. Masih sering saya jumpai, orang yang berbicara dalam suatu acara, (baik formal maupun semi formal) yang sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia, namun ia berbicara menggunakan Bahasa Indonesia + bahasa daerahnya. Akibatnya, ada beberapa pesan yang tidak tersampaikan kepada para pendengar.
Mungkin anda berfikir, saya menolak penggunaan bahasa daerah, namun saya tegaskan saya tidak menolak penggunaan bahasa daerah dan mendukung pelestarian bahasa daerah.
Yang perlu dicermati ialah, 'waktu', waktu kapan harus menggunakan bahasa daerah, kapan harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta kapan menggunakan Bahasa Indonesia + bahasa daerah. Dengan memperhatikan waktu penggunaannya, diharapkan saat kita bicara didepan umum, pesan yang kita sampaikan dapat dimengerti oleh para pendengar.

Selain itu, masih sering saya temukan penggunaan tanda baca yang kurang tepat, khususnya dalam SMS. Beberapa contohnya antara lain seperti ini;
" .siang "
atau
" bentar, lagi nunggu bis, "
dalam dua contoh itu, kita dapat melihat kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Saya pernah menyampaikan pendapat ini kepada teman saya, namun dia menjawab bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah ( wajar ) dikalangan anak muda dan dia mengakhiri dengan kata " ah.. kmu gag gaul.."


Bagaimana dengan Bahasa Gaul...??
Bagaimana dengan bahasa gaul dan bahasa 4l4y seperti lo, gue, aq, dan cara menulis, seperti dua contoh diatas, apakah harus dimusnahkan??

Tidak, bahasa-bahasa tersebut muncul karena adanya interaksi sosial, karena adanya pergaulan. Bahasa semacam ini tetap boleh digunakan, namun dibatasi penggunaannya.
Bahasa gaul dan bahasa 4l4y tidak selamanya dapat dijadikan tersangka utama dalam kasus ini, semua kembali kepada subjeknya, ke pribadi masing masing.

Masing-masing pribadi, harus mampu untuk menyaring dan membatasi penggunaan bahasa-bahasa tersebut. Dengan adanya kesadaran dari setiap individu untuk membatasi penggunaannya, diharapkan Bahasa indonesia dapat menjadi tuan rumah yang terakui serta dapat menjadi salah satu alat pemersatu bagi bangsa kita yang plural ini.



Sedikit Kutipan...


~Semua orang berpikir untuk mengubah dunia.. Tapi tak satupun berpikir untuk merubah dirinya sendiri...~ 


Itulah yang diungkapkan oleh Leo Tolstoy, seorang Novelis dari Rusia.
Inti dari ucapan itu ialah, kita harus mulai segala sesuatu dari diri kita sendiri.
Namun, perlu diingat serta diperhatikan, bahwa semua dimulai dari diri sendiri, bukan untuk diri sendiri, namun semua dimulai dari diri sendiri untuk bersama.
Begitu pula dalam hal 'membebaskan' bahasa Indonesia dari 'pengasingan', kita harus mulai membatasi penggunaan bahasa gaul dan 4l4y itu mulai dari diri sendiri.
Bahasa gaul dan 4lay, bukan tidak boleh digunakan, tapi perlu dibatasi dalam penggunaannyaa. Untuk kepentingan bersama, untuk mengembalikan 'tahta' sang empunya rumah di dalam rumahnya sendiri.
Dan tentunya untuk menjaga kesautan negara kita yang heterogen akan bermacam-macam suku, budaya, dan tentunya bahasa.